Garuda Tunda IPO Anak Usaha Garuda - GMF Aero Asia Batal Listing

NERACA

Jakarta—Rencana PT Garuda Indonesia Tbk bakal melakukan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) anak usaha, akhirnya batal dilakukan dan hal tersebut disampaikan langsung Menteri BUMN Dahlan Iskan.

Kata Dahlan, PT Garuda Indonesia Tbk memastikan tidak akan melakukan penawaran umum saham perdana terhadap anak perusahaannya, “Direksi Garudanya yang tidak mau IPO anak usahanya," ungkapnya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Dahlan beralasan, pendapatan anak usaha Garuda, yakni PT Garuda Maintenance Facility (GMF) Aero Asia dan PT Aerowisata masih dikontribusi oleh induk perusahaannya sekitar 70%, sisanya 30% dari luar Garuda.

Selain itu, dirinya juga mengakui, perusahaan dan anak usaha BUMN yang akan melakukan IPO tahun ini lebih sedikit. Sebaliknya, pihaknya tetap mendorong program restrukturisasi perusahaan BUMN.

Sementara itu, Deputi Menteri BUMN Bidang Restrukturisasi dan Perencanaan Strategis Pandu Djayanto menegaskan, pihaknya masih menunggu keputusan dari Garuda Indonesia. "Intinya, PT PLN Persero sudah mengusulkan nama PLN Batam, sedangkan PT Pertamina Persero adalah Pertamina Drilling Service Indonesia,"katanya.

Sebelumnya, Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar pernah bilang, soal Garuda Maintenance Facility AeroAsia, pihaknya belum melaporkan rencana tersebut kepada Kementerian Badan Usaha Milik Negara (KBUMN) selaku kuasa pemegang saham.

Namun menurut informasi, Garuda menggunakan Mandiri Sekuritas untuk menangani rencana IPO GMF tersebut.. Secara terpisah, EVP Corporate Communication Mandiri Sekuritas Febriati Nadira mengakui perseroan tengah melakukan kajian lanjutan untuk GMF, “Memang pekerjaan yang kemarin sudah selesai. Sekarang sedang dilanjutkan kembali,”tandasnya.

Ditahun ini, selain menerbitkan right issue, Garuda juga berencana menerbitkan obligasi senilai US$ 200 juta yang diproyeksikan pada semester I 2013. (bani)

BERITA TERKAIT

Koalisi Organisasi Masyarakat Sipil Kritisi RUU Pertanahan - Tunda Pengesahan RUU Pertanahan, Pastikan Rakyat Terlibat

Koalisi Organisasi Masyarakat Sipil Kritisi RUU Pertanahan  Tunda Pengesahan RUU Pertanahan, Pastikan Rakyat Terlibat NERACA Jakarta - Koalisi Organisasi Masyarakat…

KPK Temukan Penggunaan Puluhan Bank Luar Negeri Kasus Garuda

KPK Temukan Penggunaan Puluhan Bank Luar Negeri Kasus Garuda NERACA Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan adanya dugaan penggunaan…

Dunia Usaha - Insentif ‘Potongan Pajak Super’ Pacu Industri Gencarkan Vokasi

NERACA Jakarta – Pemerintah bertekad untuk mendorong sektor industri manufaktur agar terlibat aktif menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Acting in Concert Pemicu Jababeka Default

PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) berpotensi mengalami gagal bayar notes senilai US$ 300 juta karena terjadinya perubahan pengendali sebagaimana…

Gandeng Perusahan Taiwan - Kalbe Farma Bidik Cuan di Bisnis Kecantikan

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan penjualan, inovasi dan pengembangan bisnis menjadi strategi yang dilakukan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF). Menggandeng…

Volume Penjualan Semen SMCB Turun 3,30%

NERACA Jakarta – Melorotnya penjualan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) di semester pertama tahun ini, juga dirasakan oleh anak…