Tahun Politik, Bisnis Penjaminan Emisi Masih Menarik

NERACA

Jakarta – Bagi kebanyakan pelaku pasar modal, tahun 2014 sebagai tahun politik dinilai waktu yang tidak tepat untuk berinvestasi. Namun lain halnya, bagi PT Mandiri Sekuritas. Pasalnya, menjelang pemilu 2014 dinilai bisnis penjaminan emisi masih menarik.

Direktur PT Mandiri Sekuritas, Dadang Suryanto mengatakan, menjelang pemilu bisnis penjaminan emisi masih menarik karena didukung pertumbuhan ekonomi yang relatif baik, “Ketika pemilu 2004 memang ada sedikit pengaruh baik emiten dan investor sama-sama menahan diri. Tetapi melihat pemilu 2009 dan krisis ekonomi 2008 penjaminan emisi masih menarik. Saya optimis meski hadapi pemilu penjaminan emisi menarik karena ekonomi Indonesia yang baik,”katanya kemarin.

Di tahun 2013, PT Mandiri Sekuritas menargetkan proses 10 penawaran perdana saham dan 20 penawaran obligasi pada 2013. Pihaknya akan menangani 10 penawaran obligasi pada semester pertama 2013.

Kata Dadang, penawaran obligasi akan tetap marak apalagi dengan penawaran umum berkelanjutan itu sangat membantu emiten untuk meraih pendanaan. Menurut Dadang, sektor perbankan dan pembiayaan obligasi masih mendominasi untuk penerbitan obligasi. Namun, sektor lain akan lebih bervariatif untuk menawarkan obligasi pada semester kedua 2013.

Adapun perolehan dana dari penawaran obligasi diperkirakan Rp71,4 triliun dan penawaran perdana saham sebesar Rp16,9 triliun pada 2013. Sebelumnya perolehan dana dari penawaran obligasi mencapai Rp67,8 triliun dan penawaran perdana saham sebesar Rp9,9 triliun pada 2012.

Target Nasabah Ritel

Selain itu, Mandiri Sekuritas menargetkan jumlah nasabah ritel menjadi 50 ribu pada akhir 2013 dari jumlah nasabah sekarang sekitar 14 ribu. Kata Abiprayadi Riyanto, salah satu hal yang menjadi perhatiannya untuk meningkatkan jumlah investor ritel di pasar modal. Alasannya, keberadaan investor ritel memiliki peran besar.

Menurutnya, sosialisasi dan edukasi saja tidak cukup. Oleh karena itu, perlu konsep yang dianggap mudah untuk menjelaskan pasar modal. "Usaha dan sosialisasi sudah dilakukan, tetapi kontinuitasnya perlu dijaga, kita juga duduk dengan regulator bagaimana memudahkan konsep saham yang susah itu menjadi mudah,”tandasnya.

Sementara itu, Direktur PT Mandiri Sekuritas, Laksono mengatakan pihaknya melakukan penambahan cabang dan pola kemitraan untuk menjaring nasabah ritel. Pola kemitraan ini yaitu kerja sama dengan pengusaha lokal dengan sistem bagi hasil.

Asal tahu saja, pembukaan satu cabang membutuhkan biaya Rp500 juta. Perseroan menargetkan kerja sama kemitraan dengan 20 pihak. Selama ini pihaknya telah melakukan pola kemitraan di Jakarta, Surabaya, dan Banjarmasin. (bani)

BERITA TERKAIT

Yahoo Resmi Menutup Layanan Aplikasi Yahoo Massanger - Beroperasi Selama 20 Tahun

Yahoo resmi menutup layanan obrolan yang mereka luncurkan sekira 20 tahun lalu, Messenger, per 17 Juli 2018. Pengumuman penutupan Yahoo…

Politisasi Isu SDA dan Lingkungan Hidup dalam Kontestasi Politik

  Oleh : Bayu K, Pemerhati Lingkungan Hidup               Dugaan korupsi pengadaan lahan Bandara Bobong tahun anggaran 2009 yang…

Pengamat: Kebijakan HAM di Indonesia Masih Normatif

Pengamat: Kebijakan HAM di Indonesia Masih Normatif NERACA Jakarta - Pengamat hukum pidana Universitas Bung Karno Azmi Syahputra menilai kebijakan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tingkatkan Kualitas Pasar Modal - Bursa Efek Rilis 12 Program Prioritas

NERACA Jakarta – Dalam rangka meningkatkan daya saing industri pasar modal dan juga memacu pertumbuhan transaksi saham serta kemudahan bagi…

Laju IHSG Sepekan Kemarin Terkoreksi 1,20%

NERACA Jakarta - Laju indeks harga saham gabungan (IHSG) sepekan kemarin mengalami koreksi sebesar 1,20% menjadi 5.872,78 poin dari 5.944,07…

Cari Modal Danai Jalan Tol - Lagi, Jasa Marga Bakal Rilis RDPT Rp 1,55 Triliun

NERACA Jakarta – Besarnya kebutuhan dana pembangunan beberapa ruas jalan tol,  mendorong PT Jasa Marga Tbk (Persero) atau JSMR disibukkan…