Regulator Klaim Tak Memberatkan - Iuran untuk Industri Keuangan

NERACA

Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan bahwa pungutan atau iuran yang telah ditetapkan tidak akan memberatkan kalangan industri keuangan. Akan tetapi, regulator belum bias memastikan kapan resmi iuran tersebut resmi berlaku karena masih menunggu dikeluarkannya Peraturan Pemerintah (PP).

“Mengenai pungutan itu saya belum berbicara lebih jauh. Karena itu masih ada di tim Kementerian Keuangan (Kemenkeu) karena masih dalam bentuk PP sebagai payung hukum. Intinya, kita mencoba memahami concern industri,” kata Ketua Dewan Komisioner (DK) OJK, Muliaman Darmansyah Hadad di Jakarta, Kamis (21/2).

Muliaman sendiri mengaku akan tetap mengenakan pungutan kepada pelaku industri jasa keuangan di Indonesia. Namun, pemberlakuan pungutan tersebut akan diupayakan tidak memberatkan pelaku industri keuangan. Pungutan yang diberlakukan nantinya akan bertahap dan tidak sekaligus dibebankan alias bertahap.

“Masukan sudah banyak. Itu sedang kita godok. Secepatnya (diberlakukan kepada pelaku industri). Intinya mereka ingin kalau dibebankan jangan langsung sekaligus. Kita inginnya bertahap dan jangan sampai memberatkan. Saya rasa itu wajar,” ungkap Muliaman.

Dia menilai berat dan besarnya pungutan yang akan dilakukan OJK tergantung dari sudut pandang pelaku industri keuangan. Oleh karena itu, Muliaman tidak menampik akan ada pandangan yang berbeda mengenai besaran pungutan yang diberlakukan oleh OJK. [ardi]

BERITA TERKAIT

Arahkan Kredit Perbankan ke Industri Kreatif

    NERACA   Solo - Asosiasi Industri Animasi dan Kreatif Indonesia (AINAKI) mengeluhkan industri perbankan dan lembaga keuangan formal…

APCI: Permendag 84/2017 Berpotensi Membunuh Industri Kretek Nasional

APCI: Permendag 84/2017 Berpotensi Membunuh Industri Kretek Nasional NERACA Jakarta - Asosiasi Petani Cengkih Indonesia (APCI), yang menaungi sekitar 1,5…

Kemenperin Dorong PGN Amankan Kebutuhan Energi - Topang Pertumbuhan Industri 2018

Kemenperin Dorong PGN Amankan Kebutuhan Energi Topang Pertumbuhan Industri 2018 NERACA Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong badan usaha di…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

The Fed Naikkan Suku Bunga 25 Bps

      NERACA   Washington - Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya…

Amartha Salurkan Pembiayaan Rp200 miliar

      NERACA   Jakarta – PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) telah menyalurkan pembiayaan dengan model financial technology (fintech)…

Mahasiswa GenBI Diharapkan jadi Garda Terdepan

      NERACA   Bogor - Bank Indonesia (BI) meminta kepada seluruh mahasiswa penerima beasiswa BI dapat mendedikasikan ilmu…