Menjual Wisata Melalui Kuliner Khas Banjar

Kalimantan Selatan

Jumat, 22/02/2013

Bila berkesempatan berkunjung ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan selalu menikmati makanan "Papuyu baubar" (ikan sejenis betuk dibakar) dengan sayuran "pucuk gumbili" (daun singkong rebus) bersama sambal terasi, kata Akhmad Khusaini warga Jakarta.

Sementara, Sukardi asal Semarang selalu teringat saat makan soto Banjar di atas perahu sambil terapung-apung di kawasan objek wisata Pasar Terapung Kuin Sungai Barito Banjarmasin.

Pengakuan pendatang lainnya merasa bahagia tatkala menikmati nasi kuning dengan ikan gabus, laksa, ketupat kandangan, nasi pundut, ketupat balamak, serta puluhan makanan dan penganan khas Suku Banjar lainnya.

Di Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru atau Martapura, Kalsel, tiga kota berdekatan tersebut menyediakan banyak tempat bagi penikmat kuliner. Di Banjarmasin lokasi penikmat kuliner Banjar itu, seperti makanan lontong Banjar yang paling dikenal adalah lontong orari terletak di Kampung Melayu, serta lontong Pasar Ahad, Pasar Lama, dan di Pasar Antasari.

Sedangkan soto Banjar juga lokasinya begitu menyebar tetapi paling dikenal adalah Soto Yana Yani Sungai Jingah, soto Bang Amat dan soto Bawah Jembatan Banua Anyar, Soto Kampung Melayu Jalan Lingkar Dalam, atau Soto Kuin di Desa Kuin.

Untuk makanan kari kambing terkenal adalah warung Mami Pasar Ujung Murung, itik Panggang terkenal warung Ma Haji pertigaan Jalan Jati.

Sementara masakan Banjar lainnya secara umum, atau paling lengkap ada gangan waluh, sambal acan, papuyu dan haruan baubar, urap iwak bapais, iwak basanga adalah warung Idah Jalan S Parman, Warung Kaganangan dan Cendrawasih di Kertak Baru, warung Sederhana Pelabuhan Trisakti, Warung Mona dan Alam Sari Jalan Lingkar Dalam atau di lantai dua Pasar Kujajing.

Sedangkan lokasi lain bila menyusuri jalan trans Kalimantan arah Kaltim maka akan ketemu di sentra warung makan masakan Banjar di Pulau Pinang, Binuang, atau Tambarangan kalau ke arah Kalteng ketemu warung di Anjir Serapat.

Wisata Kuliner Melihat begitu besar daya tarik kuliner khas Banjar terhadap kunjungan orang ke daerah ini menimbulkan minat Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin membentuk sebuah kawasan kuliner bagi wisatawan.

Lokasi yang dipilih Pemkot Banjarmasin tersebut adalah tepin Sungai Martapura, seperti bangunan Siring Jalan Sudirman atau Jalan Siring Pire Tendean yang sekarang sudah tertata semacam "Water Front City," lokasi lain tepian Sungai Martapura kawasan jalan Pos.

Wali Kota Banjarmasin, Haji Muhidin saat peringatan puncak HUT ke-40 Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di ruang Kayuh Baimbai balaikota Banjarmasin, Senin (18/2) lalu mengakui keinginan Pemkot menambah kesemarakan dunia wisata dengan kuliner.

"Saya harap, berbagai masakah khas Kalsel bisa digelar atau diperdagangkan di kawasan tersebut, apalagi di lokasi itu sudah terwujud lokasi Pasar Terapung buatan" katanya.

Masakan yang diminta lebih digalakkan untuk wisata dimaksud seperti ketupat kandangan, nasi kuning, laksa, serabi, atau penganan dengan istilah wadai 41 macam.

Ia berharap, penggalakan kuliner khas Banjar tersebut selain untuk menyemarakan dunia wisata sekaligus upaya pelestarian budaya masyarakat yang sudah turun temurun tersebut. (ant)