Pasar Saham Tahun ini Dinilai Lebih Baik

Diharapkan Bisa Dorong IPO

Jumat, 22/02/2013

NERACA

Jakarta – Keyakinan masih positifnya pasar saham saat ini, ditengah pertumbuhan ekonomi yang masih positif dan BI Rate yang terus turun menjadi alasan pasar saham tahun ini akan lebih baik dan diharapkan bisa mendorong lebih banyak aksi korporasi saham, seperti penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO.

Head of Corporate and Investment Banking Citibank, Kunardy Lie mengatakan, pasar saham di Indonesia dinilai akan lebih baik pada tahun ini dan diharapkan bisa mendorong lebih banyak IPO saham, “Tahun lalu equity atau saham kurang bagus, IPO sedikit. Tahun ini proyeksi akan lebih baik, investor taruh uang di saham,”katanya di Jakarta, Kamis (21/2).

Menurutnya, kondisi ini berkaitan erat dengan akan mulai menurunnya permintaan terhadap obligasi karena investor dinilai mulai menghawatirkan perubahan kebijakan menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden pada 2014.“Demand obligasi berkurang, harganya jadi naik. Tapi permintaan obligasi secara keseluruhan masih kuat tahun ini, tapi semester dua agak mulai flat kalau pasar saham semakin ada kemajuan,”tandasnya.

Selain itu, risiko investasi di produk saham di tahun ini juga akan lebih baik. Hal tersebut akan lebih memudahkan agen penjual internasional untuk menjual investasi portofolio di pasar global.

Sebelumnya, tersiar kabar bahwa ada dua perusahaan domestik akan melakukan IPO dan menawarkan saham perdananya hingga ke tingkat internasional. Perusahaan pertama adalah PT Dharma Satya Nusantara (DSN) yang akan melepas sekitar US$ 200 juta. Disebutkan, perusahaan agribisnis ini akan melaksanakan IPO dengan menggunakan acuan laporan keuangannya di akhir Desember 2012.

Diperkirakan calon emiten ini akan tercatat di Bursa Efek Indonesia pada semester pertama 2013. Perusahaan yang memiliki produksi CPO 120 juta ton per jam ini memiliki total aset sekitar US$ 500 juta. Perseroan akan melepas sekitar 15%-20% dengan PT Ciptadana Securities, PT BCA Securities dan PT Morgan Stanley Securities Indonesia bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efeknya.

Satu calon emiten lainnya adalah PT Austindo Nusantara Jaya. Perusahaan sektor agribisnis ini akan melaksanakan global offering dengan melepas saham di atas Rp1 triliun. Nilai aset ANJ ini sekitar US$ 300 juta.

ANJ akan melepas sekitar 20% sahamnya ke publik dengan menggunakan buku laporan keuangan tahunan di Desember 2012. PT Bahana Securities bertindak sebagai penjamin pelaksana emisinya. Sementara Anggota Dewan Komisioner OJK, Nurhaida mengatakan, pihaknya akan terus mendorong BUMN untuk IPO, “Kita memang berharap BUMN ada yang IPO di tahun ini dan mendatang. Kita ada rencana diskusi mengenai perihal ini,"ungkapnya.

Tercatat sebanyak 18 BUMN yang telah melakukan IPO atau tercatat sahamnya di bursa cukup diminati pelaku pasar untuk menginvestasikan dananya. (bani)