Serap Investor, OJK Tak Gentar Dorong BUMN IPO

NERACA

Jakarta-Pencatatan saham perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di lantai bursa dinilai akan berdampak pada perkembangan pasar saham Indonesia, termasuk dalam upaya menyerap investor.

Karena itu, pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menganggap pentingnya partisipasi BUMN di pasar modal. “Kita ada rencana diskusi dengan BUMN. Harapannya ada anak usaha BUMN yang bisa IPO tahun ini dan ke depannya,” kata Kepala Eksekutif OJK untuk Pasar Modal, Nurhaida di Jakarta, Kamis (21/2).

Saham anak usaha BUMN, utamanya yang telah mencatatkan sahamnya di bursa efek (listing), banyak diminati investor, mengingat nilai kapitalisasinya yang besar dan menguntungkan. Namun sayangnya, saat ini hanya 18 perusahaan BUMN yang listing di bursa. OJK pun tidak dapat menargetkan anak usaha yang harus IPO di tahun ini.

Pelaksanaan IPO BUMN, lanjut dia, menjadi kewenangan Kementerian BUMN selaku pengambil keputusan. Hanya saja, dalam upaya meningkatkan jumlahnya, OJK akan berkomunikasi dengan pihak kementerian BUMN. “Kita tidak bisa secara ideal menyuruh anak usaha BUMN untuk IPO,”jelasnya.

Selain itu, pihak OJK dapat mendiskusikan berbagai hal terkait kendala dan tindakan yang diperlukan ke depan agar anak usaha ataupun perusahaan BUMN dapat melaksanakan IPO. Salah satu perusahaan BUMN yang telah mnedapat restu Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk melaksanakan IPO, yaitu PT Semen Baturaja. Perusahan tersebut adalah satu dari lima perusahaan BUMN yang ditargetkan kementerian BUMN untuk melakukan IPO.

Melesetnya perusahaan BUMN untuk mencatatkan sahamnya tersebut melunturkan optimisme adanya rencana pemerintah untuk mendorong perusahaan lainnya yang direncanakan untuk IPO. Hal tersebut disayangkan, karena dengan adanya pelaksanaan IPO dapat mendorong kinerja perusahaan sekaligus menambah likuiditas pasar modal. “Dari sebanyak 18 BUMN yang mencatatkan sahamnya dapat berkontribusi sekitar 25% terhadap pertumbuhan pasar,” jelas Direktur Utama BEI, Ito Warsito.

Di samping memberikan kontribusi, lanjut Ito pencatatan saham BUMN dapat mendukung kinerja perusahaan tersebut ke depan. Buktinya, dari 141 BUMN hanya 16 yang masih merugi dan 125 BUMN yang bisa untung.

IPO Anak Usaha

Sementara Deputi Menteri BUMN Bidang Strategis dan Manufaktur Dwijanti Tjahjahningsih mengatakan, PT Pertamina Persero memiliki tiga anak perusahaan yang berpeluang melaksanakan IPO, “Ada tiga yang usaha Pertamina di unggulkan seperti PT Tuga Pratama, PT Pertamina Drilling Services Indonesia dan PT Pertamina Gas,"ujarnya.

Menurut dia, Pertamina tengah mengkaji kekuatan serta kelemahan tiga anak perusahaan tersebut. Dengan harapan, setelah dilakukannya IPO dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan serta pemegang saham.

Kata Deputi Menteri BUMN Bidang Restrukturisasi dan Perencanaan Strategis Pandu Djayanto, pihaknya tengah menunggu keputusan dari tiga BUMN, yakni PT Pertamina Persero, PT PLN Persero, dan PT Garuda Indonesia Tbk yang berencana melakukan IPO anak perusahaan, “Kami harap tanggal 22 Februari ini mereka bisa kasih jawabannya,"paparnya.

Pandu menambahkan, PLN mengusung nama PT PLN Batam untuk IPO, serta Pertamina Drilling yang diajukan oleh Pertamina. Sedangkan untuk anak perusahaan Garuda adalah GMF “Garuda telah memanggil advisor untuk mengkaji anak perusahaan mana yang siap IPO," tegasnya.

Analis PT Trust Securities, Reza Priyambada pernah bilang, sulitnya terealisasi IPO BUMN karena terhambat masalah politis. Terlebih di tahun pemilu, di mana konsentrasi akan lebih cenderung mengarah pada perpolitikan. “Biasanya orang-orang DPR akan fokus ke 2014, sehingga ini bisa berpengaruh pada IPO BUMN,” jelasnya. (lia)

Related posts