Beban Pokok Naik, Laba Antam Turun Jadi Rp 1,075 Triliun

Sepanjang tahun 2012, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatat penurunan laba bersih belum audit sekitar 44,21% menjadi Rp1,075 triliun, dibandingkan dengan tahun lalu sebesar Rp1,927 triliun.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (21/2). Kata Direktur Utama Antam Alwinsyah Lubis, penurunan laba dipicu oleh meningkatnya beban pokok penjualan dan beban usaha masing-masing sebesar 14,85% menjadi Rp8,405 triliun dan 7% menjadi Rp1,085 triliun.

Menurutnya, tingginya beban usaha karena biaya penjualan dan pemasaran, serta administrasi meningkat masing-masing sebesar 17,2% menjadi Rp156,798 miliar dan 7,01% menjadi Rp838,726 miliar, “Laba usaha perseroan turut tergerus 54,14% dari Rp2,012 triliun menjadi Rp922,934 miliar," tuturnya.

Kendati demikian, Antam berhasil membukukan keuntungan kurs sekitar Rp172,524 miliar dari sebelumnya rugi Rp64,560 miliar. Sementara itu, penghasilan bunga turut meningkat dari Rp74,152 miliar menjadi Rp166,092 miliar. Per 31 Desember 2012, jumlah aset Antam mencapai Rp17,476 triliun. Angka ini meningkat 14,96% dari tahun sebelumnya sebesar Rp15,201 triliun.

Penjualan Capai Rp 10,41 Triliun

Sebelumnya, per Desember 2012, perseroan mencatatkan penjualan mencapai Rp10,41 triliun atau naik naik tipis dibandingkan pencapaian pada 2011, yaitu sebesar Rp10,38 triliun. Capaian ini cukup baik di tengah kendala penurunan kadar bijih emas di Pongkor.

Sementara volume produksi emas per akhir 2012 tercatat sebesar 2.849 kilogram (kg) atau naik 93% dari target tahun lalu. Produksi ini terdiri dari tambang Pongkor sebesar 1.700 kg dan sisanya dari tambang Cibaliung. Saat ini emas memberikan kontribusi terbesar terhadap pendapatan perseroan sepanjang 2012, yaitu sebesar 38%. Komoditas ini meraih pendapatan hingga sebesar Rp3,63 triliun.

Penjualan emas sepanjang 2012 tercatat 7.024 kg, nilai ini melebihi target perseroan, yaitu 7.009 kg. Diperkirakan tahun 2013, Antam akan menargetkan produksi emasnya sebesar 3.316 kg dengan target penjualan 7.601 kg, sebanyak 2.001 kg emas ditargetkan berasal dari tambang Pongkor dan sisanya berasal dari tambang Cibaliung. (bani)

BERITA TERKAIT

Peran Teknologi Mampu Pangkas Disparitas Pendidikan

Pesatnya pertumbuhan teknologi digital mempunyai nilai plus dan minus. Namun hal tersebut bagaimana kita menyikapinya. Begitu juga dengan dunia pendidikan,…

Hadir di Muslim Fashion Festival - BNI Syariah Tebar Beragam Promo Menarik

BNI Syariah menawarkan beberapa promo menarik dalam acara Muslim Fashion Festival (MUFFEST) 2020. MUFFEST 2020 diselenggarakan di Cendrawasih Room dan…

Comforta Raih Top Brand Award Ke 6 Kali

Comforta Springbed kembali meraih penghargaan Tiop Brand Award di tahun 2020 untuk kategori Bedding berdasarkan riset dari Frontier Consulting Group.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sukses Gelar IPEX ke-20 - BTN Raih Potensi Kredit Baru Rp 4,56 Triliun

Bank BTN berhasil menarik  lebih dari 200.000  pengunjung selama sepekan pameran Indonesia Properti Expotdan (IPEX) sukses membukukan nilai ijin prinsip…

Tawarkan Bunga 12% - Sky Energy Indonesia Rilis MTN Rp 300 Miliar

NERACA Jakarta – Perkuat modal guna mendukung ekspansi bisnisnya, PT SKY Energy Indonesia Tbk (JSKY) tengah mencari pendanaan sebesar Rp300…

Catatkan Kinerja Keuangan Anjlok - Bisnis Batubara IMTG Cetak Raport Merah

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2019 kemarin, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) membukukan raport merah untuk kinerja keuangan. Pasalnya,…