Investasi Hary Tanoe Dinilai Tidak Signifikan

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai bergabungnya Hary Tanoesoedibjo ke Bumi Plc belum tentu berpengaruh negatif terhadap kinerja operasional dari emiten grup Media Nusantara Citra (MNC). Pasalnya,mengingat masuknya Hary Tanoe ke Bumi Plc tidak terlalu signifikan.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI Hoesen mengatakan, kinerja saham grup MNC di BEI dalam prospek positif.Langkah Hary Tanoe yang menyerap sebagian saham Recapital di Bumi Plc dinilai BEI tidak mengganggu kinerja saham grup MNC layaknya saham PT Borneo Lumbung Energi Tbk (BORN) saat ikut ambil bagian dalam kerjasama dengan grup Bakrie dan Nathaniel Rothschild, “Hary Tanoe kan masuknya juga tidak terlalu besar, dari total saham Bumi Plc. Berbeda dengan BORN yang pada awal 2012 ikut bergabung ke Bumi Plc dalam jumlah yang signifikan. Saya percaya langkah dari Hary Tanoe sendiri pasti dilakukan dengan strategi yang matang,”katanya di Jakarta, Rabu (20/2).

Harga saham BORN sendiri ketika memutuskan untuk ambil bagian di kerjasama Bakrie-Rothschild pada pertengahan Januari 2012, masih berada di kisaran Rp830-Rp890 per lembar saham.

Namun, karena harga batu bara dunia yang merosot, kekhawatiran tentang tata kelola perusahaan grup Bakrie, tingkat utang yang tinggi dan konflik berkepanjangan antara Bakrie-Rothschild membuat harga saham BORN terus menurun hingga sekarang berada di level Rp560 per lembar saham.

Hoesen juga mengakui kejadian yang terjadi yang berkaitan dengan Bumi Plc ini memang sudah diluar yurisdiksi BEI. “Salah satunya adalah masuknya Hary Tanoe di Bumi Plc karena bukan melalui perusahaan publik namun melalui perusahaan keluarga,”tuturnya. (lia)

BERITA TERKAIT

OJK: Masyarakat Jangan Percaya Pinjaman Online Tidak Terdaftar

OJK: Masyarakat Jangan Percaya Pinjaman Online Tidak Terdaftar NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku lembaga independen yang melakukan…

Berbagai Kebijakan Disiapkan Tarik Investasi Manufaktur

NERACA Jakarta – Pemerintah terus berupaya mendorong peningkatan investasi di industri manufaktur, karena sektor tersebut berperan penting dalam menopang pertumbuhan…

Optimisme di Tahun Politik - Mandiri Investasi Bidik AUM Tumbuh 10%

NERACA Jakarta – Di tengah khawatiran pasar global soal perang dagang antara Amerika dan China bakal berdampak terhadap negara berkembang,…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Fajar Surya Wisesa Melesat 136,1%

Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,405 triliun atau naik 136,1% dibanding periode…

Lagi, Comforta Raih Top Brand Award

Di awal tahun 2019 ini, Comforta Spring Bed kembali meraih penghargaan Top Brand Award. Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin,…

BPD Bank Kalsel Rencanakan IPO di 2020

Bila tidak ada aral melintang, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalimantan Selatan atau Bank Kalsel rencanakan melakukan penawaran umum saham perdana…