Jiwasraya Targetkan Premi Rp6,8 Triliun

NERACA

Jakarta - PT Asuransi Jiwasraya menargetkan pendapatan premi sebesar Rp6,8 triliun pada tahun ini. Direktur Utama Asuransi Jiwasraya, Hendrisman Rahim, menilai untuk mencapai target tersebut pihaknya akan terus menggenjot produk-produk finansial Jiwasraya.

"Kami berharap target pendapatan premi 2013 sebesar Rp6,8 triliun bisa tercapai. Produk finansial seperti unitlink dan produk lainnya akan terus kita dorong," ujar Hendrisman di Jakarta, Rabu (20/2). Selain itu, lanjut dia, Jiwasraya juga akan melakuka sinergi dengan masuk ke dalam bank asuransi (bancassurance).

Per Desember 2012, Jiwasraya membukukan premi sebesar Rp5,7 triliun melebihi RKAP (Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan) sebesar Rp5,4 triliun. Pendapatan premi tersebut berasal dari kontribusi produk individu sebesar 63% dan kumpulan sebesar 37%.

Pada 2013 ini, Jiwasraya juga menargetkan lima persen dari target total pendapatan premi Rp6,8 triliun berasal dari asuransi mikro. Sebelumnya, produk asuransi mikro pada 2011 memberikan kontribusi sekitar empat persen dari total pendapatan premi.

Sebagai informasi, Asuransi Jiwasraya melakukan kerja sama dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dalam memberdayakan para pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) melalui sinergi pembiayaan dan asuransi mikro.

"Adanya kerja sama dengan PNM yang memiliki pencapaian dan kinerja yang positif memberikan optimisme kepada Jiwasraya untuk meningkatkan portofolio produk asuransi mikro," jelas Hendrisman.

Financial inclusion

Sementara Direktur Utama PNM, Parman Nataatmadja, mengatakan semakin ketatnya persaingan bisnis, PNM menyadari perlunya membangun sinergi bisnis dengan sesama BUMN termasuk mengembangkan dan memberdayakan UMKM yang berdaya saing.

Parman juga mengatakan, kerja sama ini sejalan dengan upaya pengembangan kapasitas usaha (capacity building) bagi pelaku UMKM di Indonesia, karena pemberdayaan UMKM tidak hanya sekedar butuh permodalan saja tetapi juga program capacity building tersebut.

"Dengan adanya sinergi pembiayaan mikro dan asuransi mikro ini, nasabah-nasabah UMKM diajak dan dilatih untuk memiliki pola pikir jangka panjang agar usahanya berkesinambungan. Salah satunya, para pelaku UMKM diajak untuk menyadari pentingnya asuransi," ujar Parman.

Sinergi ini sendiri juga merupakan reaktualisasi arahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono soal pengembangan financial inclusion bagi seluruh masyarakat Indonesia, termasuk usaha mikro kecil. Selain itu, sinergi bisnis PNM dan Jiwasraya ini diharapkan bisa menciptakan peningkatan portofolio dan pangsa pasar kedua perusahaan pelat merah ini maupun bisa membantu loyalitas nasabah kepada masing-masing perusahaan. [ardi]

BERITA TERKAIT

Kemenperin Usul Tambah Anggaran Rp 2,57 Triliun - Dukung Industri 4.0

  NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian mengusulkan tambahan anggaran pada tahun 2019 kepada DPR RI sebesar Rp2,57 triliun. Anggaran tersebut…

Surya Semesta Raih Pinjaman Rp 1,38 Triliun - Bangunan Kawasan di Subang

NERACA Jakarta – Danai pembangunan tahap satu proyek industri dengan total luas 2000 hektar di Subang, Jawa Barat, PT Surya…

Refinancing, WSKT Rilis Obligasi Rp 3,5 Triliun

NERACA Jakarta - Refinancing pinjaman, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) berencana untuk menerbikan obligasi senilai Rp 3,5 triliun pada semester…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Bank SulutGo Ajukan Izin Terbitkan Kartu Debit

  NERACA   Manado - PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulawesi Utara dan Gorontalo (SulutGo) mengajukan permohonan izin kepada Bank…

Rasio Kredit Macet Di Sulteng Aman

    NERACA   Palu - Kepala kantor perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah Miyono mengatakan rasio kredit macet atau…

Sinergi Pesantren dengan Pembiayaan Ultra Mikro

      NERACA   Jakarta - Pemerintah mendorong sinergi pondok pesantren dengan program pembiayaan Ultra Mikro yang diyakini dapat…