BPR Buleleng Tak Masuk Alokasi APBD

NERACA

Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng, Bali tidak mengalokasikan dana untuk penyertaan modal pada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Buleleng 45 karena tidak tercantum dalam APBD tahun 2013. "Penyertaan modal pemerintah daerah sebesar Rp5 miliar tidak tercantum dalam APBD," kata Direktur Utama BPR Buleleng 45, Putu Sudiarta di Singaraja, Bali, Rabu (20/2).

Dia lalu menjelaskan bahwa Pemkab Buleleng telah menyanggupi penyertaan modal dasar untuk operasional BPR Buleleng 45 pada 2006 lalu sebesar Rp15 miliar. Namun hingga saat ini Pemkab Buleleng baru merealisasikan sebesar Rp9,318 miliar sehingga masih tersisa hampir Rp5 miliar. "Kami harapkan kekurangan penyertaan modal itu bisa diusulkan pada Perubahan APBD 2013," terang Putu.

Pihaknya telah melakukan berbagai upaya agar bank berstatus BUMD itu tetap bisa beroperasi dengan menunjukkan kinerja yang bagus agar masuk kategori bank sehat. Dia mengemukakan bahwa pada 2012 total aset BPR Buleleng 45 mencapai Rp36,875 miliar. Pada tahun itu pula, pihaknya mampu membukukan laba bersih sebesar Rp843,808 juta dan 50% dari kaba tersebut telah disetor ke kas daerah Pemkab Buleleng.

Hingga akhir Januari 2013 BPR Buleleng 45 mampu menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp22 miliar, baik dalam bentuk tabungan maupun deposito. Namun BPR Buleleng 45 masih memiliki pinjaman sebesar Rp8 miliar dari Adira dan Bank CIMB Niaga. "Dari total aset itu, kami menyalurkan kredit kepada masyarakat hingga Januari 2013 sebesar Rp30,5 miliar," papar Putu. [ardi]

BERITA TERKAIT

Saham IKAI Masuk Dalam Pengawasan BEI

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencermati perkembangan pola transaksi saham PT Intikeramik Alamsari Industri Tbk (IKAI). Hal…

Saham Bank Harda dan Ganesha Masuk UMA

Lantaran terjadi peningkatan harga dan aktivitas saham di luar kebiasaan, harga saham PT Bank Harda Internasional Tbk (BBHI) dan PT…

3 Kawasan Ekonomi Khusus Tak Jelas Operasinya

NERACA Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyebutkan terdapat tiga kawasan ekonomi khusus (KEK) yang telah diusulkan sebagai…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

OJK Sebut Bumiputera Dalam Kondisi Normal - Dari Sisi Bisnis dan Pendanaan

  NERACA Jakarta - Para pemegang polis dan mitra kerja Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 kini bisa bernafas lega…

Kementerian PUPR Segera Teken MoU dengan BTN terkait KPR FLPP

  NERACA Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan memastikan bahwa PT Bank…

BNI Sosialisasikan BNI Yap di Java Jazz

  NERACA Jakarta - Untuk memanjakan para penggemar musik jazz Indonesia serta menyosialisasikan alat pembayaran baru pada pagelaran musik Jakarta…