Aturan DP Rumah Tak Berpengaruh di Sumut

Kamis, 21/02/2013

NERACA

Medan - Pemberlakuan aturan mengenai uang muka atau down payment (DP) sebesar 30% untuk pembelian rumah sejak 2012 lalu tidak berpengaruh besar pada penjualan properti di Sumatera Utara, khususnya tipe rumah mewah.

"Pengaruh yang tidak besar itu tercermin dari naiknya KPR (kredit pemilikan rumah) perbankan Sumut yang pada Januari 2013 sudah mencapai Rp10 triliun,"kata Analisis Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI) Kantor Wilayah IX Sumut dan Aceh, Demina R Sitepu di Medan, Sumut, Rabu (20/2).

Nilai KPR perbankan Sumut pada Januari 2013 itu naik 19,3% dari angka di periode sama tahun lalu yang masih Rp8,5 triliun, Demina menyebutkan, penyaluran kredit yang paling besar adalah untuk tipe di atas 70 dengan nilai Rp4,8 triliun, Selain rumah, KPR juga banyak untuk rumah toko dan perkantoran.

"Masih tingginya permintaan KPR ke perbankan menunjukkan potensi investasi di sektor perumahan di Sumut masih menjanjikan,” terangnya. Sementara Ketua Realestate Indonesai (REI) Sumut, Tomi Wistan, mengakui membaiknya terus bisnis properti dipicu masih tingginya kebutuhan rumah.

Selain permintaan masih cukup tinggi, harga jual juga tren naik akibat banyak faktor mulai naiknya harga lahan, bahan bangunan hingga kenaikan upah pekerja. "Jadi tidak heran kalau KPR perbankan naik terus, karena hingga dewasa ini untuk mendapatkan rumah, masyarakat masih cenderung dengan cara kredit,"kata dia.

Tommy juga mengakui, mulai tingginya minat membeli apartemen di Sumut sejalan dengan gaya hidup masyarakat yang semakin modern. Permintaan apartemen memang tren meningkat di Sumut, tetapi kalau dibandingkan dengan daerah lain di Jawa masih belum terlalu besar. [ardi]