Raup Dana Rp90 Miliar, Trans Power Marine Tambah Armada - Perkuat Bisnis Pasir Besi

NERACA

Jakarta- PT Trans Power Marine Tbk (TPMA) menargetkan dapat meraup dana segar sebesar Rp90 miliar dari 2,63 miliar lembar saham yang dilepas dengan harga Rp230 per lembar dalam penawaran saham umum perdananya (Initial public Offering/IPO) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

Rencananya, perseroan akan menggunakan seluruh dana tersebut untuk ekspansi usaha, berupa pembelian kapal tunda atau tongkang (floating crane). “Dengan melakukan penawaran perdana saham, dana segar dapat digunakan untuk pembelian armada baru,” kata Direktur Utama TPMA, Daniel Wardojo di Jakarta, Rabu (20/2).

Langkah perusahaan untuk menambah armada baru, menurut Daniel, agar dapat memenuhi permintaan pelanggan dan meningkatkan kinerja perseroan ke depan. Saat ini, pihaknya mencatat telah memesan sebanyak 4 set kapal tunda dan tongkang serta 1 flaoting crane. Sementara per 30 September 2012, perseroan mencatat telah memiliki 21 kapal tunda dan 23 tongkang.

Kata Daniel, kapal-kapal tersebut dioperasikan melalui empat kantor perwakilan di lokasi-lokasi utama pengangkutan batu bara, seperti di Cilacap (Jawa Tengah), Cilegon (Banten), Banjarmasin (Kalimantan Selatan) dan Tarakan (Kalimantan Timur). Sebagian besar pengangkutan kapal digunakan untuk mengangkut batu bara, sedang selebihnya digunakan untuk biji besi olahan/SRK (Sponge Rotary Kiln), Clinker, Wood Chip, dan pasir besi.

Dia menambahkan, dalam upaya menjaga kualitas jasa yang diberikan kepada pelanggan, perseroan memiliki armada kapal dengan usia yang relatif muda, yaitu rata-rata sekitar 5 tahun. Selain itu, armada TPMA memiliki vessel tracking system yang dapat menginformasikan posisi kapal secara realtime setiap saat sehingga mempermudah dan membantu pelanggan untuk mengetahui posisi kapal dan muatannya secara akurat.

Dalam penawaran saham perdananya, saham TPMA dibuka naik 43% menjadi Rp330 per lembar saham dan sempat menyentuh level terendah di harga Rp300. Selain itu, saham TPMA juga sempat menembus level tertingginya di angka Rp345 atau naik sebesar Rp115 atau sekitar 50% dari harga penawaran perdananya.

Kelebihan Permintaan

Dari 2,63 miliar saham yang dilepas perseroan disebutkan, terdiri atas 2,2 miliar saham milik pendiri dan 395 juta saham milik masyarakat, termasuk karyawan. Jumlah pemesanan saham pada pasar perdana mencapai 2 kali lebih dari jumlah saham yang ditawarkan. Pemegang saham TPMA berdasarkan hasil distribusi saham menjadi 579 pihak. Dalam pencatatan saham ini, perseroan menunjuk PT BCA Securities sebagai penjamin pelaksana emisi.

Dengan bertambahnya emiten pelayaran di bursa efek, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito berharap dapat mendorong kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI. Dengan dicatatkannya saham perusahaan secara resmi di lantai bursa, juga diharapkan kinerja perusahaan akan transparan. “Saham perusahaan ini sudah resmi masuk bursa jadi harus transparan,” jelasnya.

PT Trans Power Marine Tbk (TPMA) merupakan emiten kelima yang mencatatkan saham perdana di bursa tahun ini setelah PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM), PT Saraswati Griya Lestari Tbk (HOTL), PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME), dan PT Multi Agro Gemilang Plantation Tbk (MAGP). (lia)

BERITA TERKAIT

BUVA Bidik Dana Rights Issue Rp 800 Miliar

Danai akuisisi perusahaan, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) menyiapkan sejumlah aksi korporasi tahun ini guna meningkatkan likuiditas saham. Rencanannya,…

PTPN X Terbitkan MTN Rp 500 Miliar

PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X menerbitkan "Medium Term Notes" (MTN) atau surat utang jangka menengah tahun 2018 senilai Rp500 miliar,…

Guna Timur Raya Bakal Tambah 20 Unit Truk - Kantungi Dana IPO Rp34,5 Miliar

NERACA Jakarta – Debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) dibuka naik 49,57% ke…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Harum Energy Bagikan Dividen US$ 45 juta

Sukses membukukan kinerja positif dengan perolehan laba bersih melesat tajam, PT Harum Energy Tbk (HRUM) akhirnya memutuskan untuk membagikan dividen…

PTPN X Terbitkan MTN Rp 500 Miliar

PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X menerbitkan "Medium Term Notes" (MTN) atau surat utang jangka menengah tahun 2018 senilai Rp500 miliar,…

Mitra Investindo Masuk Pengawasan BEI

Lantaran terjadi peningkatan harga saham di luar kewajaran, perdagangan saham PT Mitra Investindo Tbk (MITI) masuk dalam pengawasan PT Bursa…