IHSG Bergerak Konsolidasi Dengan Tren Melemah

Kamis, 21/02/2013

NERACA

Jakarta – Kembali maraknya aksi beli investor memicu penguatan terhadap indeks. Dimana mengakhiri transaksi saham Rabu kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 32,389 poin (0,70%) ke level 4.634,451. Sementara Indeks LQ45 melaju 4,326 poin (0,55%) ke level 790,995.

Kata analis e-Trading Securities Andrew Argado, penguatan indeks BEI disuport aksi beli investor asing yang cukup besar, “Pelaku pasar asing tercatat melakukan beli bersih di pasar reguler sebesar Rp319,64 miliar," katanya di Jakarta, Rabu (20/2).

Dia mengemukakan, pelaku pasar asing banyak membeli saham domestik antara lain Bank Mandiri (BMRI), Unilever (UNVR), Waskita (WSKT), Bank Tabungan Negara (BBTN), dan Bank Central Asia (BBCA). Secara teknikal, kenaikan IHSG BEI Rabu menghasilkan level tertinggi baru sekaligus menguji batas atas (resistance) di posisi 4.650 poin.

Berikutnya, indeks BEI Kamis diproyeksikan akan bergerak berkonsolidasi dengan kecenderungan melemah seiring indikator RSI (relative strenght index) yang berada pada area jenuh beli. Beberapa saham yang layak dikoleksi Kamis, diantaranya Astra Agro Lestari (AALI), Bank Jabar Banten (BJBR) dan Gudang Garam (GGRM).

Pada perdagangan kemarin, indeks masih belum berhenti menguat dan terus mencetak rekor meski sempat turun tipis. Rekor tertinggi IHSG sebelumnya diraih pada perdagangan Senin 18 Februari 2012 di level 4.612,046 setelah naik tipis 2,260 poin (0,05%).

Investor asing dan lokal terus berburu saham meski posisi indeks sudah jenuh beli. Transaksi investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 264,43 miliar di seluruh pasar. Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 196.565 kali pada volume 8,828 miliar lembar saham senilai Rp 6,303 triliun. Sebanyak 158 saham naik, sisanya 85 saham turun, dan 109 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia kompak bergerak di zona hijau setelah mendapat dukungan dari bursa saham AS dan Eropa. Bursa saham Jepang memimpin penguatan dengan naik hampir satu persen.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Matahari (LPPF) naik Rp 675 ke Rp 3.375, Surya Toto (TOTO) naik Rp 550 ke Rp 7.200, Lionmesh (LMSH) naik Rp 500 ke Rp 14.000, dan Unilever (UNVR) naik Rp 450 ke Rp 23.200.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 1.000 ke Rp 73.000, Inovisi (INVS) turun Rp 550 ke Rp 7.250, Asahimas (AMFG) turun Rp 400 ke Rp 7.800, dan Fast Food (FAST) turun Rp 250 ke Rp 12.700.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup menguat 21,894 poin (0,48%) ke level 4.623,956. Sementara Indeks LQ45 menanjak 2,137 poin (0,27%) ke level 788,806. Aksi beli investor disemangati oleh menguatnya pasar saham global dan regional. Saham-saham konstruksi dan perkebunan menjadi incaran investor.

Investor asing masig getol tanam saham meski posisi indeks sudah masuk posisi jenuh beli. Investor lokal juga tak mau ketinggalan berburu saham, meski beberapa ada yang lakukan aksi ambil untung.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 110.668 kali pada volume 5,111 miliar lembar saham senilai Rp 3,093 triliun. Sebanyak 151 saham naik, sisanya 77 saham turun, dan 102 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Matahari (LPPF) naik Rp 675 ke Rp 3.375, Mayora (MYOR) naik Rp 450 ke Rp 22.650, Unilever (UNVR) naik Rp 400 ke Rp 23.150, dan Jaya Real (JRPT) naik Rp 400 ke Rp 4.000.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 1.000 ke Rp 73.000, Inovisi (INVS) turun Rp 250 ke Rp 7.550, Bank Mega (MEGA) turun Rp 150 ke Rp 3.350, dan Lippo Insurance (LPGI) turun Rp 100 ke Rp 2.350.

Pembukaan perdagangan, indeks BEI dibuka menguat 10,39 poin atau 0,23% ke posisi 4.612,45. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 2,59 poin (0,33%) ke level 789,27, “Bursa Asia termasuk indeks BEI dibuka menguat memfaktorkan data ekonomi Jerman dan ekspektasi kinerja emiten-emiten di Jepang akan membaik seiring melemahnya nilai tukar yen," kata analis Samuel Sekuritas Yualdo Yudoprawiro.

Dia menambahkan, saham-saham grup Bakrie diperkirakan kembali bergerak menguat hingga akhir pekan ini saat berlangsungnya rapat umum pemegang saham (RUPS) Bumi Plc."Sementara saham-saham berbasis besi diperkirakan mengalami tekanan seiring koreksi harga Nikel dan Timah dalam dua hari terakhir," kata dia.

Bursa regional diantaranya indeks Hang Seng pada Rabu, dibuka menguat 64,50 poin (0,28%) ke level 23.208,41, indeks Nikkei-225 naik 104,90 poin (0,92%) ke level 11.477,24, Straits Times menguat 9,03 poin (0,27%) ke posisi 3.209,80. (bani)