Siapkan Dana Pendidikan Sejak Dini

Menyiapkan dana pendidikan dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti menabung di bank, atau menyimpannya dalam bentuk deposito. Cara lainnya, dengan mengikuti program asuransi pendidikan.

NERACA

Apa yang terbayang ketika melihat tahun ajaran baru datang? Pasti uang sekolah. Dan meski ramai-ramai isu tentang masuk sekolah telah lama berlalu, dana untuk persiapan pendidikan anak toh tetap harus siapkan. Jangan sampai ketika sudah waktunya anak masuk sekolah, baru Anda kaget ketika mengetahui dana Anda ternyata tidak cukup. Karena, tiap tahun, biaya pendidikan terus meloncat naik.

Pada Neraca, Pembina Forum Keluarga Harmonis,Elly Farida menuturkan, Ya, jika kita tidak siap dengan biaya-biaya tsb, alternatifnya adalah menyekolahkan anak kita di sekolah negeri. Gratis. Biarpun SD, SMP, dan SMA negeri dan perguruan tinggi negeri sudah gratis, namun biaya hidup menjadi faktor bpenghalang baru.

“Walaupun biaya pendidikan di sekolah neberi sudah gratis. Namun tidak semua anak kita bisa masuk bersekolah disana. Selain itu, kebutuhan-kebutuhan sekolah lain juga menjadi kendala yang harus orang tua, khususnya ibu rumah tangga sebagai pengatur ekonomi dalam rumah tangga mencarikan solusi. Lantas, bagaimana cara menyiasatinya?” kata perempuan yang bersahaja ini.

Ada berbagai macam cara untuk mensiasati dana yang dipersiapkan untuk sekolah anak. Wanita yang juga istri dari Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail ini mengatakan, paling tidak ada beberapa yang dianggap jurus jitu oleh ibu-ibu rumah tangga di Indoneisa. Seperti Persiapan pendidikan anak bisa dari membeli tanah atau rumah. Dua jenis investasi ini hasilnya cukup besar, meski baru bisa dinikmati dalam waktu panjang. properti dengan perhitungan akan menjualnya 7 atau 10 tahun mendatang saat harganya sudah tinggi.

Oleh karena itu, kata dia, cara terbaik mempersiapkan dana pendidikan anak adalah dengan menabung atau berinvestasi di instrumen yang bisa menghasilkan retur sama atau lebih besar dari inflasi. Pertama, menabung emas atau perak (dinar atau dirham). Sedangkan kedua, berinvestasi di saham atau reksadana.

Seperti diketahui, sebelum menabung atau berinvestasi, terlebih dahulu kita harus punya asuransi jiwa. Dalam prioritas perencanaan keuangan, asuransi jiwa didahulukan dari investasi, sebab investasi bisa gagal total jika di tengah jalan terjadi sesuatu pada kita, entah sakit, kecelakaan, atau meninggal dunia. Alangkah lebih baik jika biaya dadakan itu berasal dari “brankas” lain, dalam hal ini perusahaan asuransi. Dengan demikian, dana investasi kita tetap aman-aman saja.

Jenis Endowment

Dari pemikiran ini, bahwa persiapan dana di masa depan harus dibarengi dengan asuransi jiwa, muncullah produk keuangan yang disebut asuransi pendidikan. Asuransi pendidikan menyediakan uang tunai sejumlah tertentu ketika anak masuk jenjang-jenjang sekolah, plus asuransi jiwa, plus pembebasan/pembayaran premi jika orangtua meninggal dunia. Jenis asuransi yang biasanya ditawarkan perusahaan asuransi adalah endowment (dwiguna), sebab dia menyediakan uang pertanggungan jiwa sekaligus jaminan uang tunai.

Itu gambaran umum asuransi pendidikan yang biasanya ditawarkan perusahaan asuransi. Ada asuransi pendidikan yang memakai skema sedikit berbeda, dengan total dana tahapan mencapai 250% bahkan lebih, tapi preminya lebih mahal.

Tabungan Pendidikan

Selain asuransi pendidikan, ada pula yang disebut tabungan pendidikan. Bedanya, asuransi pendidikan diterbitkan perusahaan asuransi, tabungan pendidikan dikeluarkan oleh bank. Dibanding asuransi pendidikan, tabungan pendidikan memberikan nilai tunai yang lebih besar karena ada bunganya.

Tabungan pendidikan juga ada asuransi jiwanya dan fasilitas bebas premi. Hanya asuransi jiwanya sangat kecil, yaitu (dari sebuah produk yang pernah saya lihat) antara 5 - 20 kali setoran bulanan, tergantung kapan meninggalnya. Jadi jika setoran bulanannya Rp 500 ribu, premi asuransi jiwanya antara Rp2,5 juta - Rp10 juta.

Di sini, tabungan pendidikan menjadi tidak ada bedanya dengan asuransi pendidikan, yaitu sama-sama tergolong asuransi endowment . Namun tabungan pendidikan memberikan kelebihan lain, yaitu dana lebih mudah diambil (karena sifatnya tabungan), besar pengambilannya terserah kita, dan waktu pengambilan dana bisa kapan saja.

Related posts