Persiapan Masa Depan Anak - Asuransi Pendidikan

Kenaikan biaya sekolah dapat mencapai 20 persen per tahun, merupakan salah satu sektor yang paling tinggi tingkat inflasinya selain sektor kesehatan. Mahalnya pendidikan ini menyebabkan banyak orang akhirnya susah untuk mendapatkan pendidikan dengan layak.

Berbicara tentang hal itu, kiranya menjadi sangat penting jika kita menyiapkan tabungan untuk anak-anak kita agar mereka bisa mendapatkan pendidikan yang layak. Salah satu caranya dengan membeli produk asuransi pendidikan. Banyak orang yang tak sadar besarnya pengeluaran saat anak ingin masuk sekolah, dan akhirnya kita pinjam sana-sini dan tak jarang terjebak dalam permainan rentenir. Kali ini kita akan mencoba mengenal tentang asuransi pendidikan. Sebagai orang yang mungkin masih awam asuransi, Anda bingung bagaimana menghitung dan menyiapkan dana pendidikan anak.

Misalkan Anda adalah pasangan muda dengan seorang anak dan mempunyai penghasilan sebulan hanya Rp 2 juta. Kalau hanya bisa menabung, berapa uang yang harus Anda sisihkan setiap bulan? Asuransi pendidikan memiliki karakteristik yaitu pengambilan investasi bisa disesuaikan dengan jadwal masuk sekolah anak Anda dan memberikan fungsi proteksi. Ini berarti ketersediaan dana pendidikan anak tetap terjamin meskipun risiko kematian terjadi pada diri Anda.

Asuransi pendidikan merupakan asuransi yang menawarkan dua kegunaan (dwiguna), yaitu fungsi proteksi dan investasi. Fungsi proteksi akan menanggung risiko kematian atas Anda dengan menjanjikan sejumlah uang tertentu bila Anda mengalami kejadian yang tidak terduga. Uang pertanggungan yang diberikan biasanya telah disesuaikan dengan biaya pendidikan anak Anda dan sudah disepakati di dalam polis.

Asuransi pendidikan akan mengelola dan menginvestasikan sebagian premi yang Anda bayarkan. Sebagai ganti pengelolaan uang Anda, perusahaan asuransi akan memberikan sejumlah dana yang besarnya sudah disepakati dalam polis. Jadwal waktu pembayaran disesuaikan dengan waktu sekolah anak Anda.

Jadi bagi Anda yang berpenghasilan rendah, Anda tidak perlu terlalu memaksa diri untuk memiliki sesegera mungkin dana pendidikan dan dana cadangannya. Cobalah untuk membuat pengaturan uang yang sewajarnya. Saat penghasilan bertambah, barulah Anda bisa mengulang perhitungan dan mulai mencari produk asuransi pendidikan yang tepat.

BERITA TERKAIT

SiDU Berbagi Kiat Tumbuhkan Kebiasan Menulis - Dorong Kompetisi Anak Berprestasi

Generasi muda Indonesia kini memiliki sebuah wadah baru untuk meningkatkan kompetensi mereka melalui gerakan nasional “Ayo Menulis Bersama SiDU!”. Sinar…

Kunjungan PM China dan Peluang Masa Depan Ekonomi Indonesia

  Oleh: Amamur Rohman,  Pengamat Sosial Politik China “Kita harus bekerja sekeras-kerasnya untuk membangun Indonesia menjadi Negara maritim. Samudera, laut,…

WIKA Realty Bikin Anak Usaha di Bekasi

Jelang rencana PT Wijaya Karya Realty (WIKA Realty) go publik atau melakukan penawaran saham umum perdana atau initial public offering…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

KUR, Energi Baru Bagi UKM di Sulsel

Semangat kewirausahaan tampaknya semakin membara di Sulawesi Selatan. Tengok saja, berdasarkan data yang dimiliki Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulsel,…

Obligasi Daerah Tergantung Kesiapan Pemda

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penerbitan obligasi daerah (municipal bond) tergantung pada kesiapan pemerintahan daerah karena OJK selaku regulator hanya…

Bank Mandiri Incar Laba Rp24,7 T di 2018

PT Bank Mandiri Persero Tbk mengincar pertumbuhan laba 10-20 persen (tahun ke tahun/yoy) atau sebesar Rp24,7 triliun pada 2018 dibanding…