Mendongeng Bisa Bentuk Karakter Anak

Percaya atau tidak? Dongeng itu memiliki daya magnet yang dapat mengubah perhatian seseorang, khususnya anak. Selain dapat meningkatkan kecerdasan anak, mendongeng secara rutin cukup efektif dalam mengakrabkan hubungan antara orang tua dengan anaknya. Dongeng juga bisa disukai anak-anak selayaknya seorang anak menyukai makanan favoritnya.

Melihat banyak manfaat yang diberikan dongeng yang khususnya bermanfaat membentuk karakter anak, maka tak salah jikakalangan orang tua untuk terus dihidupkan dan dibiasakan dalam sebuah keluarga. Sayangnya, Saat ini, budaya dongeng dari orang tua kepada anak sudah mulai langka. Untuk itu, orang tua diharapkan untuk menghidupkan kembali budaya mendongeng untuk memberikan kesan hangat di dalam keluarga.

Seperti yang diungkapkan oleh pakar dongeng berasal dari Yogyakarta Muhammad Aris Kusdianto. Dia mengatakan dongeng bermanfaat membentuk karakter anak sehingga harus terus dihidupkan terutama oleh kalangan orang tua.

"Saat ini, budaya dongeng dari orang tua kepada anak sudah mulai langka. Untuk itu, kami mengajak orang tua untuk menghidupkan kembali budaya mendongeng untuk memberikan kesan hangat di dalam keluarga," katanya di sela Festival Maulud Nabi Muhammad SAW di SDIT Al Islam Kudus, Sabtu.

Selain itu, kata Ars yang dikenal dengan sebutan Kak Aris Pahlawan Bertopeng tersebut, dengan mendongeng dapat meningkatkan kecerdasan anak sedangkan mendongeng secara rutin cukup efektif dalam mengakrabkan hubungan antara orang tua dengan anaknya.

Selain itu, dongeng mudah masuk ke area pemikiran seseorang, apalagi anak-anak. Alam pikiran anak-anak itu bebas dan penuh kreativitas. Karena sifatnya yang bebas dari segala tuntutan inilah, akan membuat anak semakin menyukai dunia dongeng. Oleh karena itu, Ia berharap, baik orang tua maupun guru tidak menyia-nyiakan manfaat dongeng untuk anak-anak.

Melalui dongeng, kata dia, anak bisa belajar kosakata baru, belajar untuk mengekspresikan perasaan, seperti senang, sedih, ataupun marah, serta menyerap nilai-nilai kebaikannya.

Melalui dongeng, anak bisa belajar kosakata baru, belajar untuk mengekspresikan perasaan, seperti senang, sedih, ataupun marah, serta menyerap nilai-nilai kebaikannya.

Ia menyatakan kepada orang tua atau guru yang hendak mendongeng, agar tanpa menggunakan media, melainkan hanya lewat gerakan, suara, maupun ekspresi, sehingga anak bisa berimajinasi.Karena menurut dia, jika menggunakan media, imanijasi anak kurang terlatih karena gambarnya sudah bisa dilihat langsung.

"Bahan dongeng, katanya, memang harus disesuaikan dengan usia, agar dapat mengena.Dongeng juga bisa dibiasakan pada anak yang baru lahir,” tambah dia

Kepala SDIT Al Islam Kudus, Istifainzah mengatakan dalam Festival Maulud Nabi Muhammad SAW itu, sekolah sengaja mendatangkan pendongeng profesional agar anak juga tertarik mendengarkan dongeng ketika nantinya berada di rumah.

"Lewat pendongeng tersebut, anak juga mendengarkan kisah tentang Nabi Muhammad SAW agar anak juga bisa meneladani sikap dan perilakunya. Apalagi, dongeng lebih sering diperkenalkan kepada anak saat masih usia TK, sedangkan tingkat SD masih jarang terjadi,” imbuh dia.

BERITA TERKAIT

Vivendi Investasi US$ 500 Juta - Global Mediacom Rencanakan IPO Anak Usaha

NERACA Jakarta – Teka teki siapa yang berniat invetasi MNC Group, akhirnya terbuka juga informasi. PT Global Mediacom Tbk (BMTR)…

Setor Modal Rp 11 Miliar - Mega Perintis Bikin Anak Usaha Pakaian Jadi

NERACA Jakarta  - Kembangkan ekspansi bisnisnya, PT Mega Perintis Tbk (ZONE) baru saja merampungkan pembentukan entitas anak usaha baru yang…

Tarif Tol Mahal Bisa Picu Biaya Akomodasi dan Inflasi

Oleh: Djony Edward Tema infrastruktur diperkirakan akan menjadi topik paling hanya menjelang dan setelah debat kedua pada 17 Februari 2019…

BERITA LAINNYA DI PENDIDIKAN

Peran Ibu Tak Akan Tergantikan dengan Teknologi

    Peranan ibu dalam mendidik anak tidak dapat digantikan oleh kemajuan teknologi seperti pada era digital saat ini, kata…

Pendidikan untuk Si Kecil di Era Teknologi

      Pada era millenial seperti saat ini, teknologi digital menjadi realitas zaman yang tidak dapat dihindari. Seiring perkembangan…

Mengapa Anak Usia 7 Tahun Ideal Masuk SD

    Selain kemampuan intelektual, kesiapan mental anak juga harus dipertimbangkan dalam aktivitas kegiatan belajar di jenjang pendidikan Sekolah Dasar…