Alasan Efisiensi, SCTV Bakal Merger Dengan Indosiar

Rabu, 20/02/2013

NERACA

Jakarta – Persaingan ketat bisnis televise, menutut adanya inovasi dan termasuk efisiensi. Maka guna menguasai pangsa pasar industri tersebut, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) sebagai induk usaha PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) bakal melalukan merger atau penggabungan antara STCV dengan PT Indosiar Karya Media Tbk (IDKM).

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (19/2). Rencananya, untuk melakukan aksi korporasi tersebut akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 5 April 2013 mendatang.

Disebutkan, tujuan dari penggabungan ini adalah untuk efisiensi dan mencapai peningkatan sinergi kedua perusahaan dan dapat memudahkan investor pasar modal yang akan berinvetasi pada kegiatan media televisi.

Berdasarkan laporan penialan STH KJPP berpendapatan bahwa nilai pasar wajar dari aset bersih SCMA atau Rp2.171 per saham sedangkan IDKM sebesar Rp1.044 per saham. Setiap saham IDKM secara teoritis akan ditukarkan dengan 0,481 saham SCMA.

Penggabungan akan mengakibatkan dilusi terhadap kepemilikan para pemegang saham karena adanya peningkatan modal saham dalam SCMA yang menjadi penerima penggabungan. Para pemegang saham IDKM akan memegang sebanyak-banyaknya 33,32% saham dan para pemegang saham SCMA sebanyak-banyaknya 66,68% saham.

Setiap saham IDKM akan ditukarkan dengan 0,481 saham SCMA. Adapun nilai wajar saham SCMA sebesar Rp2.171 per saham dan saham IDKM sebesar Rp1.044 per saham. Setelah mendapatkan pernyataan efektif dari OJK atas pernyataan penggabungan yang telah diserahkan bersama-sama oleh Direktur Perusahaan Penggabungan, maka proses penggabungan IDKM dan SCMA akan segera dilaksanakan.

Seperti diketahui kedua perusahaan televisi ini dimiliki sahamnya oleh PT Elang Mahkota Teknologi (EMTK) dimana kepemilikan EMTK di SCMA sebesar 74,66% dan di IDKM sebesar 74,08%.

Sebelumnya, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk kembali ekspansi dengan rencana membeli sebagian saham Plan B Media Co. Ltd asal Thailand. Perusahaan yang akan dibeli itu bergerak di bidang out of home advertising media (media periklanan luar rumah).

Disebutkan, perkiraan dana yang harus dikucurkan untuk akuisisi tersebut sebesar THB 960 juta atau sekitar Rp 302,696 miliar. Rencananya, perseroan akan memfinalisasikan investasi di Plan B Media Co. Ltd, pada akhir Januari 2013. Dijelaskan, investasi di Plan B Media ini dilakukan untuk memperluas kegiatan usaha media perseroan dan anak-anak perusahaan ke berbagai platform media.

Target Pendapatan

Direktur Utama Elang Mahkota Susanto Suwarto pernah bilang, target pendapatan tahun 2013 di atas 25% dengan pertumbuhan laba bersih lebih tinggi di atas 30%. Dia pun menuturkan strategisnya untuk pengambangan perseroan ke depannya. Pertana, dia akan memindahkan jaringan tv berbasis analog menjadi digital.

Selain itu, induk usaha stasiun TV, SCTV ini pun akan mengembangkan media online, liputan6.com. Melalui SCTV, dia mengatakan akan mengembangkan program berbasis olahraga, termasuk sepak bola melalui Liga Champion dan Liga Inggris. "Sport makin lama, naiknya makin tidak kira-kira," jelasnya.

Sementara anak usahanya, PT Indosar Karya Media Tbk mencatatkan laba bersih sepanjang 2012 sebesar Rp257,08 miliar atau Rp25,38 per saham dibanding 2011 yang merugi Rp96,85 miliar atau Rp9,56 per saham.

Selain itu, perseroan berhasil menunjukkan performa pada 2012 dengan meningkatkan kinerjanya, sehingga pendapatan perseroan meningkat 21,12% menjadi Rp1,37 triliun dari 2011 sebesar Rp856,47 miliar.

Kemudian, keberhasilan perseroan juga mampu menekan beberapa beban biaya pada 2012, sehingga laba usaha melonjak menjadi Rp377,26 miliar dibanding 2011 sebesar Rp56,31 miliar, dan laba sebelum pajak menjadi Rp345,48 miliar dari sebelumnya rugi Rp15,37 miliar di tahun 2011. (bani)