Askrindo Targetkan Premi Rp900 Miliar di 2013

NERACA

Jakarta - PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) menargetkan perolehan premi tahun ini sebesar Rp900 miliar. Jumlah tersebut tumbuh 30%-40% bila dibandingkan tahun sebelumnya. Direktur Keuangan Askrindo, Toto Widya Kuntarto, menuturkan perolehan itu akan didorong dari penjaminan kredit tahun ini yang diperkirakan bisa mencapai Rp98 triliun dengan komposisi non Kredit Usaha Rakyat (KUR) Rp75 triliun-Rp80 triliun dan penjaminan kredit KUR Rp18 triliun.

“Premi dari KUR diperkirakan mencapai sekitar Rp400 miliar,” kata Toto di Jakarta, Selasa (19/2). Dengan perolehan tersebut, perseroan optimis pada 2013 bisa membukukan laba bersih hingga Rp350 miliar atau meningkat 48% dibandingkan 2012. Sementara untuk investasi, perseroan menargetkan bisa membukukan hasil investasi tahun ini hingga Rp228 miliar.

Toto juga mengaku optimis hasil tersebut bisa dicapai mengingat sampai dengan 2012 perseroan telah menjali perjanjian kerja sama dengan 196 perusahaan, di mana 81 perusahaan di antaranya merupakan perbankan. Perseroan juga akan berhati-hati dalam melakukan investasi dengan kebijakan menjaga keseimbangan cashflow, memperoleh optimalisasi yield dan melakukan investasi yang mendukung bisnis.

“Kita akan memasukan 80% portofolio investasi di deposito dan sisanya di obligasi dan penyertaan anak usaha,” jelasnya. Terkait kinerja, Askrindo mencatat perolehan laba bersih pada 2012 mencapai Rp246,7 miliar. Jumlah tersebut melonjak 79,5% bila dibandingkan perolehan 2011 yang mencapai Rp137,7 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan perseroan, di Jakarta, Selasa, jumlah pertumbuhan tersebut didorong oleh hasil investasi yang naik dari Rp125,2 miliar pada 2011 menjadi Rp194,2 miliar selama 2012. Tingginya hasil investasi yang didapatkan perseroan seiring dengan jumlah investasi yang digelontorkan sepanjang tahun lalu hingga Rp3,7 triliun dengan komposisi paling besar di deposito biasa, sebesar Rp3,31 triliun dan surat berharga sebesar Rp428,85 miliar.

Sementara untuk deposito wajib sebesar Rp31,5 miliar. Sedangkan jumlah pendapatan penjamin emisi (underwriting) setelah dipotong beban klaim dan lain-lain mencapai Rp217,64 miliar atau naik dibandingkan tahun sebelumnya, sebesar Rp161,1 miliar. [ardhi]

BERITA TERKAIT

Gelar RUPSLB 2019, PT Pelayaran Tamarin Samudra Targetkan Lima Persen Sahamnya Dimiliki Investor Ritel

Jakarta, PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk (Perseroan) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta, Kamis (2/5). Dalam…

Raup Dana IPO Rp 50,03 Miliar - JAST Targetkan Pendapatan Tumbuh 50%

NERACA Jakarta – Resmi mencatatkan saham perdana di pasar modal, PT Jasnita Telekomindo Tbk (JAST) menargetkan pertumbuhan pendapatan tahun ini…

Permintaan Iklan Meningkat - Surya Citra Media Targetkan Bisnis Tumbuh 10%

NERACA Jakarta – Berhasil menjaga pertumbuhan kinerja keuangan yang positif di kuartal pertama tahun ini, menjadi keyakinan bagi  PT Surya…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Tahan Suku Bunga Acuan

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) kembali mempertahankan suku bunga acuan sebesar enam persen pada rapat…

Investree Resmi Kantongi Izin OJK

    NERACA   Jakarta - PT Investree Radhika Jaya (Investree) sebagai pionir marketplace lending di Indonesia resmi mengantongi Izin…

Donasi Asuransi, Sun Life Berkolaborasi dengan Dompet Dhuafa

    NERACA   Jakarta - PT Sun Life Financial Indonesia (Sun Life) berkolaborasi dengan Dompet Dhuafa meluncurkan produk terbaru…