Konsisten Berdayakan Nasabah, Kredit BTPN Tumbuh 28%

Rabu, 20/02/2013

NERACA

Jakarta - Komitmen PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) untuk fokus pada pasar masyarakat berpenghasilan rendah serta usaha mikro dan kecil (UMK/mass market) kian menunjukan hasil positif. Melalui program pemberdayaan yang dikenal dengan “Daya”, selama 2012, BTPN berhasil menjangkau lebih dari 1.200.468 penerima manfaat.

Jumlah tersebut naik 50% dibandingkan selama 2011 yang tercatat 802.069 penerima manfaat. Jumlah aktivitas dan kelas pelatihan yang digelar selama 2012 juga tumbuh signifikan menjadi 53.079 aktivitas, atau meningkat 104% dibandingkan tahun 2011 yang tercatat 25.994 aktivitas.

Penerima manfaat program Daya adalah nasabah BTPN yang meliputi komunitas pensiunan, komunitas pelaku UMK, serta komunitas pra-sejahtera produktif.

“Program Daya merupakan bagian yang tak terpisahkan dari bisnis kami. Secara regular, setiap bulan, seluruh cabang BTPN menyelenggarakan program pemberdayaan bagi para nasabah. Karena kami meyakini, program Daya akan meningkatkan kapasitas dan loyalitas nasabah. Dengan demikian, secara langsung akan berdampak positif pada kelangsungan dan pertumbuhan bisnis BTPN,” ungkap Direktur Utama BTPN, Jerry Ng di Jakarta, Selasa (19/2).

Buah dari keyakinan tersebut tercermin dari pertumbuhan kinerja BTPN yang berkelanjutan. Sepanjang 2012, penyaluran kredit tumbuh 28% dari Rp30,3 triliun pada 2011 menjadi Rp38,8 triliun. Kenaikan signifikan pada sisi intermediasi ini tetap diimbangi dengan penerapan asas kehati-hatian. Pada akhir 2012, kualitas aset produktif tetap terjaga dengan baik, yang tercermin dari rasio kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL) neto di posisi 0,31%. Pada 2011, NPL netto BTPN sebesar 0,35%.

“Kami memahami bahwa untuk dapat terus memberdayakan dan mengembangkan segmen mass market di Indonesia, BTPN membutuhkan kepercayaan dan dukungan masyarakat. Kami bersyukur karena kepercayaan masyarakat kepada BTPN semakin meningkat. Hal ini terefleksi pada kenaikan dana pihak ketiga (DPK) BTPN,” lanjut Jerry.

Melalui BTPN Sinaya, per 31 Desember 2012 nilai simpanan masyarakat di BTPN tumbuh 27% dari Rp35,6 triliun per 31 Desember 2011 menjadi Rp45,1 triliun. Didukung kinerja positif tersebut, aset BTPN turut mencatat pertumbuhan. Per 31 Desember 2012, total aset mencapai Rp59,1 triliun atau tumbuh 27% dibandingkan posisi 31 Desember 2011 yang tercatat Rp46,7 triliun.

Laba bersih perusahaan juga tumbuh positif, di mana pada akhir 2012 BTPN membukukan laba bersih Rp2 triliun, naik 41,4% dibandingkan periode yang sama 2011 yang sebesar Rp1,4 triliun. Dengan demikian, laba bersih per saham (earning per share) naik Rp94 (38%) dari Rp247 menjadi Rp341.

“Berlandaskan strategi bisnis yang memadukan misi bisnis dan misi sosial, dan tetap fokus pada segmen yang kami tekuni, kedepan kami optimistis dapat terus bertumbuh dengan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) solid sebesar 21,5% per 31 Desember 2012,” jelasnya. Saat ini, BTPN telah melayani lebih dari 1,8 juta nasabah, melalui lebih dari 1.800 jaringan kantor yang telah beroperasi secara online realtime, yang tersebar dari Aceh hingga Papua. [rin]