Hary Tanoe Borong 3 Juta Saham Bumi Plc - Klaim Sebagai Investor

NERACA

Jakarta- Episode terjadinya sengketa kepemilikan saham di tubuh Bumi Plc tampaknya masih akan terus berlanjut. Kabar hebohnya, orang nomor satu dari MNC Group, Hary Tanoesoedibjo mengakuisisi saham Bumi Plc milik Grup Recapital sejumlah 3 juta saham. "Akuisisi saham ini merupakan langkah yang diambil Hary secara pribadi sebagai investor retail." kata juru bicara Hary, Arya Sinulingga di Jakarta, Selasa (19/2).

Menurutnya, langkah akusisi kepemilikan saham yang dilakukan Hary tidak memiliki keterkaitan sama sekali dengan Grup MNC. Alasan utama atas pembelian saham Bumi Plc didasarkan pada pertimbangan karena sebagai emiten besar di sektor tambang, saham Bumi PLc dianggap baik dan menarik untuk dijadikan koleksi investasi. "Jadi ini bukan aksi korporasi Grup MNC, tapi Pak Hary secara pribadi. Beliau mengakuisisi lewat Flaming Luck Investment Ltd," jelasnya.

Selain saham Bumi itu bagus, lanjut Arya, akuisisi saham yang dilakukan Hary diklaim sebagai salah satu wujud komitmen kebangsaan Hary dengan membantu pengusaha nasional.

Sementara terkait harga, nilai investasi yang dikeluarkan Hary adalah sesuai dengan harga pasar yang berlaku saat ini. "Yang dipakai untuk akuisisi saham tersebut yaitu harga yang berlaku saat ini, jadi tinggal dikalikan saja dengan lembar sahamnya," jelasnya.

Dalam pengumuman resmi yang dikeluarkan pihak Bumi Plc disebutkan, PT Recapital Advisors dan PT Bukit Mutiara menjual 24,20 juta unit atau setara 13,1% saham Bumi Plc kepada tiga pihak. Pertama, Avenue Luxemburg SARL. yang membeli 13,67 juta unit atau sekitar 7,4% saham Bumi Plc. Kedua, Flaming Luck Investment Ltd yang dikendalikan keluarga Tanoesoedibjo, membeli 3 juta saham Bumi Plc atau setara 1,7%, dan terakhir Argyle Street Management Limited yang membeli 7,54 juta saham 4%.

Seperti diketahui, dalam waktu dekat, pada 21 Februari, Bumi Plc akan menggelar RUPSLB untuk merombak jajaran direksi di perseroan. Pelaksanaan RUPS itu pun disinyalir atas usulan Nath Rothschild. Maka jika hal itu disepakati oleh para pemegang saham maka akan terdapat perubahan pengendali di tubuh perseroan. (lia)

BERITA TERKAIT

Kawasan Industri Teluk Bintuni Ditargetkan Serap US$ 800 Juta

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus mengakselerasi pengembangan kawasan industri di luar Jawa, salah satunya di Kawasan Industri Teluk Bintuni,…

Beban Ekonomi Akibat DBD Capai US$ 381 Juta

    NERACA   Jakarta - Indonesia telah melawan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) sudah mencapai 50 tahun, akan tetapi…

Hipmi: Investor Tidak Lagi Wait and See - DAMPAK POSITIF PERTEMUAN JOKOWI-PRABOWO

Jakarta-Ketua Umum BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Bahlil Lahadalia mengatakan, pertemuan Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto menimbulkan konfiden yang…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Acting in Concert Pemicu Jababeka Default

PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) berpotensi mengalami gagal bayar notes senilai US$ 300 juta karena terjadinya perubahan pengendali sebagaimana…

Gandeng Perusahan Taiwan - Kalbe Farma Bidik Cuan di Bisnis Kecantikan

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan penjualan, inovasi dan pengembangan bisnis menjadi strategi yang dilakukan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF). Menggandeng…

Volume Penjualan Semen SMCB Turun 3,30%

NERACA Jakarta – Melorotnya penjualan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) di semester pertama tahun ini, juga dirasakan oleh anak…