Japfa Pastikan Stock Split Saham 1:5 - Tingkatkan Likuiditas

NERACA

Jakarta - PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) bakal melakukan pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan rasio 1:5, “Stock split tersebut akan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan setelah mendapatkan persetujuan dari rapat umum pemegang saham perseroan,”kata Corporate Secretary Japfa Maya Pradjono dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (19/2).

Sebelumnya, BEI melakukan penghentian sementara perdagangan saham Japfa Comfeed pada Jumat 15 Februari 2013. Hal ini terkait dengan rencana perseroan untuk melakukan pemecahan nilai nominal saham tersebut.

Suspensi ini dilakukan sehubungan dengan adanya pemberitahuan rencana pelaksanaan RUPSLB Japfa Comfeed dan berita di media massa terkait dengan rencana pelaksanaan stock split.

BEI telah menyampaikan permintaan penjelasan kepada perseroan mengenai rasio stock split. Mempertimbangkan belum adanya informasi lebih lanjut mengenai rasio stock split dan dalam rangka menjaga pasar yang teratur, wajar dan efisien, Bursa memutuskan untuk melakukan suspensi.

Asal tahu saja, Deputy Head of Corporate Finance PT Japfa Compeed Indonesia Tbk, Putut Djagiri pernah bilang, rencana stock split atau pemecahan guna meningkatkan likuiditas saham di pasar saham, “Kami akan melakukan stock split. Namun rencana ini akan meminta persetujuan pemegang saham pada RUPSLB yang diselenggarakan 20 Maret 2013,”katanya.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), perseroan mencatakan saham sekitar 2,13 miliar saham. Adapun pemegang saham perseroan antara lain RBS Coutts Bank Ltd Singapore sebesar 9,80%, JP Morgan Chase Bank Japfa Creditor sebesar 6,65%, Pacific Focus Enterprises Limited sebesar 29,88%, BNP Paribas Private Bank Singapore sebesar 6,78%, Rangi Management Limited sebesar 10,57%, dan masyakarat sebesar 35,75%. (bani)

Related posts