Nusantara Infrastructure Garap Dua Proyek Tol - Nilai Proyek Sekitar Rp 5 Triliun

NERACA Jakarta – Masih berprospeknya bisnis jalan tol seiring dengan sedikit pemainnya, memicu PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) makin ekspansi di jalan tol. Teranyar, perseroan siap menggarap dua proyek tol yaitu Serpong-Balaraja dan Medan Kualanamu dengan nilai sebesar Rp 5 triliun atau US$ 580 juta. Direktur Finansial dan Operasional META, Ruswin Naszir mengatakan, saat ini perseroan segera menyelesaikan proses tender proyek tersebut. Diperkirakan, dalam jangka waktu tiga bulan proses tender itu akan diselesaikan. "Jadi yang sudah mengajukan tahap pra kualifikasi sekitar 10 perusahaan, tapi akan ada 4 perusahaan yang lolos. Kami optimis perseroan akan lolos tender tersebut," katanya di Jakarta, Senin (18/2). Nantinya, perseroan akan menggarap tol balaraja sepanjang 30 km di tol balaraja. Untuk tahap awal Perseroan akan menggarap 10 km terlebih dahulu pada tahun 2014 dan diperkirakan akan selesai di tahun 2016 mendatang. "Kami akan menggandeng BSD City untuk mempermudah pembebasan lahan dalam proyek tol ini,"ujarnya. Selain itu, perseroan juga akan mengikuti tender pembangunan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi. Tidak hanya itu, perseroan mengklaim pendapatan tahun 2012 bisa tumbuh 15% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pendapatan 2012 Maka dengan demikian, pendapatan akhir tahun 2012 diperkirakan melebihi Rp 267 miliar dari tahun sebelumnya yang hanya Rp 232 miliar. Kata Managing Director Nusantara Infrastructure, Bernardus Djonoputro, pertumbuhan pendapatan ditopang oleh volume lalu lintas dan pendapatan di sektor tol yang terus mengalami peningkatan. Perseroan mencatat pada tahun 2012, volume lalu lintas yang melalui ruas tol sepanjang 7,25km Bintaro-Serpong mencapai 28.998.815 kendaraan per tahun atau rata-rata 79.232 kendaraan per hari, “Volume ini diperkirakan meningkat 9,2% (CAGR, Compound annual Growth Rate) pada tahun 2010-2015," katanya. Kemudian perseroan mendapat persetujuan dari pemegang saham untuk melakukan restrukturisasi dengan pengalihan kekayaan perseroan berupa seluruh saham-saham milik perseroan di dalam PT Bintaro Serpong Damai (BSD), yakni pengelola jalan tol ruas Bintaro, Serpong dan PT Bosowa Marga Nusantara (BMN) kepada PT Margautama Nusantara (MUN). Transaksi ini dimaksudkan untuk mengantarkan PT MUN sebagai induk perusahaan atas anak perusahaan perseroan yang bergerak dibidang pengelolaan jalan tol, “Kita ingin sub holding yang khusus menangani penggelolaan jalan tol. Aksi ini diproyeksikan akan memberikan kontribusi positif bagi perseroan, yang otomatis akan mendukung daya perseroan dalam upaya terus mengembangkan bisnisnya,” kata Direktur Utama META, M Ramdani Basri. Ramdani menuturkan, latar belakang ini sendiri dilakukan karena perseroan sejak tahun 2006 sudah memiliki divisi yang bergerak di sektor jalan tol namun tidak memiliki holding company. Dengan dibuatnya sub holding jalan tol tersebut, maka saat ini META memiliki 4 sub holding yakni Pelabuhan, Air dan Hydro Power. (bani)

BERITA TERKAIT

Pasal Ujaran Kebencian: Peradi Nilai Eggi Sudjana Tak Melanggar

Pasal Ujaran Kebencian: Peradi Nilai Eggi Sudjana Tak Melanggar NERACA Jakarta - Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (DPN Peradi)…

Metrodata Merger Dua Anak Usaha - Tingkatkan Daya Saing

NERACA Jakarta – Pacu pertumbuhan bisnis lebih agresif lagi dan menekan efisiensi, dua entitas bisnis PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL),…

Link Net Buyback Saham Rp 1,3 Triliun

NERACA Jakarta – Menjaga pertumbuhan harga saham di pasar, PT Link Net Tbk (LINK) berencana membeli kembali alias buyback saham…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BEI Buka Kantor Perwakilan di Mataram

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kantor perwakilan di Mataram, Nusa Tenggara Barat untuk memudahkan penyebarluasan informasi dan edukasi mengenai…

Bank Jateng Terbitkan MTN Rp 1 Triliun

Perkuat likuiditas guna mendanai ekspansi bisnis di tahun depan, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah alias Bank Jateng menerbitkan surat…

LPKR Bidik Dana Rights Issue Rp 600 Miliar

Butuh modal untuk mendanai ekspansi bisnis di 2018, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) berencana menerbitkan saham baru (rights issue) pada…