CIMB Syariah Perluas Jaringan ke Indonesia Timur

Selasa, 19/02/2013

NERACA

Denpasar - Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank CIMB Niaga Tbk terus memperluas jaringan layanan syariah. Kali ini, CIMB Niaga Syariah membidik kawasan Indonesia Timur, dengan menambah dua kantor cabang syariah (KCS), di Denpasar, Bali yang mulai beroperasi 12 Februari 2013 dan Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang beroperasi sejak 5 Februari 2013.

Dengan beroperasinya dua KCS tersebut, hingga saat ini layanan perbankan syariah CIMB Niaga di seluruh Indonesia telah bertambah menjadi 28 KCS, satu Kantor Cabang Pembantu Syariah (KCPS), dan 545 Office Channeling (OC). Sedangkan untuk wilayah Indonesia Timur sendiri, CIMB Niaga Syariah telah hadir di Makassar, Banjarmasin, Samarinda, selain di Bali dan Mataram-NTB.

Handoyo Soebali, Direktur Commercial Banking & Syariah CIMB Niaga mengungkapkan, industri perbankan syariah Tanah Air diprediksi akan terus berkembang pesat. Selain permintaan pasar atas produk-produk syariah yang terus meningkat, situasi makro ekonomi Indonesia yang relatif stabil turut mendukung perkembangan industri perbankan syariah.

“Ini memberikan harapan bahwa, pasar perbankan syariah di Tanah Air masih sangat besar. Melihat potensi itu, kami akan terus memperluas jaringan layanan syariah CIMB Niaga, ke berbagai lokasi di Tanah Air,” kata Handoyo di Denpasar, Bali, Senin (18/2).

Handoyo menambahkan, CIMB Niaga Syariah menghadirkan beragam layanan dan produk syariah kepada masyarakat Bali dan NTB, baik itu produk pembiayaan maupun simpanan, yang didukung oleh jaringan distribusi elektronik seperti Go Mobile (moble banking), CIMB Clicks (internet banking), Phone Banking 14041 dan 500 800, hingga ATM).

Produk-produk yang ditawarkan CIMB Niaga Syariah antara lain Tabungan iB-Tra Syariah. Produk tabungan ini merupakan simpanan dana pihak ketiga dalam bentuk tabungan yang sesuai dengan prinsip syariah, yaitu titipan (wadiah) dimana pemilik dana memberikan kebebasan penuh kepada CIMB Niaga Syariah (Mudharib) untuk mengelola dananya.

Bagi yang berminat dengan produk pembiayaan, ada pembiayaan kepemilikan rumah iB (PKR iB) CIMB Niaga Syariah. Menggunakan akad murabahah (jual beli), nasabah dapat menikmati cicilan dan pokok tetap hingga maksimal 20 tahun dan bebas denda bila pelunasan dipercepat sebelum jatuh tempo. Selain itu, ada juga pembiayaan kepemilikan mobil (PKM) dengan cicilan dan pokok tetap maksimal lima tahun.

Handoyo menambahkan, pihaknya terus berupaya menjalin hubungan dan komunikasi yang berkelanjutan dengan para nasabah. “Salah satu strategi yang kami lakukan adalah dengan menyelenggarakan customer gathering dengan para nasabah setia kami di Bali. Ini juga merupakan rangkaian kegiatan peresmian 2 KCS CIMB Niaga Syariah di Bali dan Mataram,” tandasnya.

Kinerja 2012

Sepanjang tahun 2012, CIMB Niaga Syariah berhasil mencatatkan kinerja yang memuaskan. Per 31 Desember 2012, laba sebelum pajak CIMB Niaga Syariah tercatat sebesar Rp138 miliar . Angka ini meningkat 88% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp73 miliar. Adapun total aset per 31 Desember 2012 mencapai Rp9,07 triliun, meningkat 72% dibandingkan periode yang sama tahun 2011.

Sementara, pembiayaan CIMB Niaga Syariah sepanjang 2012 tercatat sebesar Rp7,68 triliun. Angka ini meningkat tajam dibandingkan pembiayaan di periode yang sama tahun 2011 yang sebesar Rp3,30 triliun, atau tumbuh 133%. Sedangkan dana pihak ketiga tumbuh 69% menjadi Rp6,99 triliun, dibandingkan dengan posisi yang sama tahun 2011 sebesar Rp4,14 triliun.

Handoyo optimistis atas prospek perbankan syariah ke depannya. Berbekal penerapan strategi dual banking, yaitu perpaduan layanan perbankan konvensional dan syariah dalam satu atap, hal ini akan mampu mendorong seluruh jajaran di CIMB Niaga Syariah untuk bisa meningkatkan pertumbuhan bisnis. “Sebagai bagian dari jaringan universal banking terkemuka di ASEAN, pengalaman serta dukungan penuh CIMB Group, khususnya di industri perbankan syariah, diharapkan dapat mewujudkan keyakinan tersebut,” tutup Handoyo. [rin]