Disetujui, Eterindo Tuntaskan Kuasi Reorganisasi

Selasa, 19/02/2013

NERACA

Jakarta— Rencana PT Eterindo Wahanatama Tbk (ETA) melakukan kuasi reorganisasi, dipastikan berjalan mulus. Pasalnya, selain mendapatkan persetujuan dari pemegang saham. Kuasai reorganisasi juga telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia atas perubahan anggaran dasar sehubungan dengan penurunan modal dalam rangka kuasi reorganisasi.

Presiden Direktur ETWA, Immanuel Sutarto, mengatakan diperolehnya Surat Keputusan Menkum dan HAM ini menandakan bahwa kuasi reorganisasi perseroan dinyatakan telah efektif, "SK Menkum dan HAM ini merupakan pengesahan atas persetujuan yang diberikan oleh Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dan para kreditur terhadap proses kuasi reorganisasi ini," katanya dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (18/2).

Dia menambahkan dengan efektifnya kuasi reorganisasi, saldo defisit dihapuskan dan ekuitas direstrukturisasi, sehingga perseroan dapat melangkah ke depan dengan langkah yang lebih baik lagi, “Kami semakin memiliki keleluasaan untuk melakukan ekspansi bisnis dan memungkinkan membagi dividen,” ujarnya.

Aksi korporasi yang dilakukan emiten Bursa Efek Indonesia berkode saham ETWA ini untuk menghapuskan saldo defisit senilai Rp308,7 miliar dengan menggunakan laporan keuangan 30 Juni 2012.

Saldo defisit tersebut merupakan warisan dari kerugian nilai tukar rupiah terhadap mata uang dolar AS pada saat terjadi krisis keuangan 1997, meskipun perseroan telah mampu mencatatkan laba bersih sejak 2006.

Sebagai informasi, perseroan telah mendapatkan order pengadaan biodiesel dari Pertamina untuk salah satu depo yang terletak di Balikpapan, Kalimantan Timur. Pada tahap awal, perseroan mengirimkan 1.000 metrik ton, yang proses pengirimannya dimulai pada 4 Januari 2013 lalu, dan tiba di depo Pertamina Balikpapan pada 8 Januari 2013 untuk memenuhi purchase order (po) Januari.

Pengiriman biodiesel ke Balikpapan ini diharapkan akan terus bertambah, sesuai kebutuhan Pertamina. Disebutkan, perluasan bisnis biodiesel ke kawasan Kalimantan Timur merupakan langkah strategis perseroan untuk memanfaatkan potensi kebutuhan di kawasan tersebut. (bani)