Delta Dunia Makmur Catatkan Overbudden Naik 4,25%

PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) membukukan overbudden removal naik 4,25% menjadi 348,3 juta bank cubic meters (bcm) pada 2012 dari periode sama sebelumnya 334,1 juta bcm.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta kemarin. Perseroan mencatatkan penurunan overbudden removal 3,2% menjadi 25 juta bcm pada Desember 2012 dari posisi Desember 2011 sebesar 25,8 juta bcm. Lalu perseroan mencatatkan produksi batu bara turun 0,2% menjadi 34,7 juta ton pada 2012 dari periode sama sebelumnya 34,8 juta ton.

Selain itu, perseroan juga mencatatkan produksi naik 11,6% menjadi 3,1 juta ton pada Desember 2012 dari posisi Desember 2011 sebesar 2,7 juta ton. Direktur PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID), Rani Sofjan pernah mengatakan, pihaknya menunda rencana akuisisi tambang batu bara.

Hal itu karena pihaknya ingin mengembangkan bisnis kontraktor yang dijalankan anak usahanya PT Bukit Makmur Mandiri Utama. Rani menambahkan, pihaknya juga akan menurunkan belanja modal pada 2013. Namun, pihaknya belum dapat menjelaskan lebih detil penurunan belanja modal tersebut, “Penjajakan akuisisi terus dilakukan, tetapi tidak tahun ini karena kami ingin fokus ke BUMA, selain itu pengaruh harga batu bara," tuturnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Tahun Depan, SMF Rilis Obligasi Rp 9 Triliun

Perkuat likuiditas guna menopang kebutuhan pendanaan perumahan bagi masyarakat berpenghasulan rendah (MBR), PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF akan…

Volume Penjualan Indocement Turun 1,9%

Di kuartal tiga 2019, volume penjualan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) menurun dibandingkan dengan capaian periode yang sama tahun…

Saham SLIS Masuk Pengawasan BEI

Melesatnya perdagangan saham PT Gaya Abadi Sempurna Tbk (SLIS) di luar kewajaran sejak pencatatan saham perdana, membawa perdagangan saham produsen…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pangsa Pasar Menyusut - Volume Penjualan Rokok HMSP Terkoreksi 5,7%

NERACA Jakarta - Keputusan pemermintah yang akan menaikkan cukai rokok rata-rata sebesar 23% mulai Januari 2020 menjadi ancaman terhadap pertumbuhan…

Bekasi Fajar Raup Pendapatan Rp 607,61 Miliar

NERACA Jakarta – Di kuartal tiga 2019, PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) membukukan pendapatan Rp 607,61 miliar. Jumlah…

Usai Pelantikan Presiden Terpilih - Pelaku Pasar Menantikan Tim Kabinet Ekonomi

NERACA Jakarta- Sentimen positif pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih Indonesia priode 2019-2024 masih menyelimuti pergerakan indeks harga saham gabungan…