Penyaluran Kredit Danamon Rp116,4 Triliun

Kinerja 2012

Selasa, 19/02/2013

NERACA

Jakarta – PT Bank Danamon Indonesia Tbk meraih pencapaian total penyaluran kredit sebesar Rp116,4 triliun atau tumbuh sebesar 14% (year on year/yoy) dari jumlah sebesar Rp101,7 triliun di akhir 2011. Dari total kredit itu, 66% merupakan kredit di sektor produktif.

“Kredit pada segmen mass market, yang mencakup 57% dari total portofolio kredit Danamon, tumbuh sebesar 11% menjadi Rp66,1 triliun. Kredit di segmen ini mencakup KKB, perabotan rumah tangga (durable goods), kredit kepada nasabah wirausahawan kecil (self-employed mass market) dan Solusi Emas Syariah (pembiayaan syariah beragun emas),” jelas Vera Eve Lim, Direktur dan Chief Financial Officer Danamon di Jakarta, Senin (18/2).

Kemudian, kredit UKM dan Komersial, yang proporsinya sebesar 26% dari total portfolio kredit Bank Danamon, mencatatkan kenaikan sebesar 26% menjadi Rp30,5 triliun yang didukung oleh kinerja positif dari unit bisnis ABF (Assets Based Financing) dan trade finance. “Kredit UMKM tumbuh sebesar 19% dan berkontribusi sebesar 31% dari total kredit kami,” imbuhnya.

Segmen wholesale yang berkontribusi sebesar 11% dari total portofolio kredit, mengalami pertumbuhan 1% sepanjang 2012 menjadi Rp12,6 triliun. Sementara, kredit dari segmen consumer banking tumbuh sebesar 26% menjadi Rp7,1 triliun. “Ini didukung pertumbuhan yang kuat pada kredit mortgage serta pertumbuhan stabil pada kartu kredit dan kredit personal,” ujarnya.

Untuk segmen KKB, melalui Adira Finance, meningkat 10% menjadi Rp45,6 triliun yang didorong oleh pertumbuhan sebesar 26% pada segmen kendaraan roda empat, sementara segmen kendaraan roda dua stagnan. Industri kendaraan roda dua ini terkena dampak yang cukup signifikan dari regulasi uang muka (down payment/DP) yang dirilis di awal tahun 2012.

“Pada akhir 2012, rasio kredit bermasalah (Non Performing Loans/NPL) gross membaik, dari 2,5% di akhir 2011 menjadi 2,3%. Jadi kami tetap bisa meningkatkan kualitas aset, meskipun portofolio kredit tumbuh secara signifikan di semua lini bisnis sepanjang tahun,” ungkapnya.

Dana pihak ketiga (DPK) Bank Danamon tumbuh 3% menjadi Rp107,6 triliun di akhir 2012 yang didukung oleh pertumbuhan pesat pada layanan giro dan tabungan (CASA), yang tumbuh sebesar 18% menjadi Rp43 triliun. Giro meningkat 22% menjadi Rp15,9 triliun dan tabungan bertumbuh 16% menjadi Rp27,3 triliun, sedangkan deposito turun 6% menjadi Rp48,6 triliun.

“Pertumbuhan pada CASA dan penurunan deposito merupakan bagian dari strategi pendanaan untuk mengurangi dana mahal. Lalu, rasio kredit terhadap total dana pihak ketiga (loan to deposit ratio) turun menjadi 100,6% dari 103,5% pada kuartal ketiga tahun 2012. Sementara jika memperhitungkan jangka panjang, LDR berada di posisi 89,2% dibandingkan 86% di tahun 2011,” katanya.

Selain itu, biaya dana (cost of fund) turun menjadi 4,7% dari 5,6% di 2011. Rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) konsolidasian naik menjadi 18,9% di akhir 2012 dari 17,6% di periode sama tahun 2011. Modal sendiri sebesar Rp6,3 triliun di akhir 2012. Laba bersih setelah pajak sebesar Rp4,01 triliun, meningkat 22% dari Rp3,29 triliun di 2011. Rasio BOPO menurun menjadi 50,8% dari 51,8% di 2011. Marjin bunga bersih (net interest margin/NIM) sebesar 10,1% di 2012 naik dari 9,8% di 2011. Nilai return on asset (ROA) sebesar 2,7% dan return on equity (ROE) sebesar 16,2%.

Di 2012, Bank Danamon juga membuka 54 cabang konvensional baru, 95 cabang Solusi Emas Syariah, dan 19 outlet Danamon Simpan Pinjam (DSP). Kemudian menambahkan 209 mesin ATM dan 23 mesin setor tunai (cash deposit machine). Sementara, untuk Adira Finance, sudah membuka 45 cabang dan outlet baru, dan Asuransi Adira membuka tiga outlet baru. “Ekspansi jaringan ini adalah upaya untuk memperluas keberadaan kami, sehingga menjadi dekat dengan nasabah,” tutupnya. [ria]