Kinerja Positif, Saham WIKA Prospektif

Selesaikan Proyek dan Akuisisi

Selasa, 19/02/2013

NERACA

Jakarta- PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) akan menyelesaikan akuisisi PT Sarana Karya pada kuartal pertama tahun ini. Selain melakukan akuisisi tersebut, WIKA berencana untuk mendanai Rp250 miliar untuk penyelesaian pabrik aspal alami pada Sarana Karya tersebut. Perusahaan pun berharap adanya pertambahan proyek dari pemerintah dan BUMN hingga mencapai 60%, di samping yang dikontribusikan oleh pihak swasta. Karena itu, tidak heran jika kinerja WIKA ditaksir akan berjalan cukup positif di tahun ini.

Rencananya, dalam akuisisi tersebut perseroan akan membangun 6 pabrik di lahan seluas 30 hektar. Salah satunya, yaitu membangun satu pabrik untuk kapasitas 50 ribu ton per tahun, yang mulai berproduksi pada 2015. Sementara untuk nilai kontrak yang telah dikantongi perusahaan tercatat lebih dari Rp14,5 triliun dari kontrak baru yang diperoleh perseroan atau mendekati target yang sebelumnya ditetapkan sebesar Rp16,5 triliun pada tahun 2012.

Kata Sekretaris Perusahaan PT Wijaya Karya Tbk Natal Argawan Pardede, dari beberapa kontrak tersebut, kontrak baru yang cukup besar berasal dari proyek minyak dan gas dari swasta, proyek pembangkit listrik, jembatan dan bendungan, dengan komposisi sebesar 20% berasal dari proyek pemerintah, 30% dari proyek BUMN, dan sisanya disumbang dari swasta. Tidak heran, dengan adanya perolehan kontrak baru tersebut, pihaknya berharap dapat mencatatkan pertumbuhan kinerjanya mencapai 20% pada 2013.

Pertumbuhan tersebut, menurut Natal, termasuk kontrak baru, pendapatan dan laba bersih pada tahun ini. Beberapa proyek yang didapatkan perseroan antara lain proyek pembangunan jalan akses jembatan Tayan senilai Rp74,24 miliar. Proyek pembangunan jaringan air baku kawasan bergas II senilai Rp94,59 miliar, proyek hanggar Narrow Body GMF senilai Rp444,5 miliar. Sebelumnya, perseroan ini telah menggarap proyek pembangkit listrik antara lain PLTA Bali sebesar 50 MW, Ambon 25 MW, Rengat 20 MW, dan Borang 30 MW. Selain itu, perseroan juga telah memperoleh kontrak pembangunan jalan Oksibil Dekay senilai Rp206,68 miliar, proyek Betano di Timor Leste senilai Rp93,81 miliar, proyek precast concrete piperack senilai Rp81,72 miliar.

Target Kinerja

Di tahun 2013, pihak manajemen menargetkan laba kotor sebesar Rp1,51 triliun atau naik sebesar 26,23% dari target laba kotor tahun 2012 sebesar Rp1,19 triliun. Laba usaha juga diperkirakan mengalami kenaikan 27,98% dari tahun 2012 menjadi Rp1,24 triliun. Dengan demikian, laba bersih ditargetkan dapat mencapai Rp555,06 miliar atau naik 28,8% dari target 2012 sebesar Rp430,68 miliar.

Menguatnya sektor industri dasar, infrastruktur, menurut analis saham, Lucky Bayu Purnomo, berhasil memboyong beberapa kinerja saham di sektor tersebut cenderung ke arah tren positif di tahun 2013. Terlebih dengan adanya program pembangunan infrastruktur secara masif oleh pemerintah. Hal ini menjadi sentimen positif bagi kinerja WIKA yang notabene berkaitan erat dengan bisnis WIKA itu sendiri.

Karena itu, dengan pencapaian yang diperoleh WIKA saat ini, mencerminkan adanya peluang positif yang dapat diraih oleh saham WIKA ke depan sehingga saham ini menjadi salah satu saham infrastruktur yang dinilai layak untuk diakumulasi. “Rekomendasi buy untuk WIKA.” ujarnya.