Dirugikan SID BI Oleh SCB

Saya pemilik kartu kredit Standard Chartered Bank (SCB) sejak 2006 dan masih aktif digunakan hingga saat ini. Pada Nov. 2008, SCB mengirimkan surat yang menyatakan bahwa permohonan fasilitas kredit Standby Cash (KTA) saya sudah disetujui dengan pembebasan iuran tahun pertama.

Karena tidak membutuhkan dan tidak pernah mengajukan permohonan tersebut, maka surat itu saya abaikan. Namun apabila nasabah tidak/belum melakukan konfirmasi dalam jangka waktu 20 hari setelah tanggal efektif pinjaman, bank akan segera menutup kembali fasilitas pinjaman yang telah disetujui.

Di awal tahun kedua, ternyata SCB menagihkan iuran tahunan Rp 540.000. Karena tidak pernah menggunakan, saya mengajukan komplain melalui call center SCB agar fasilitas Standby Cash tersebut ditutup dan iuran tahunan dihapuskan. Pihak Call Center akhirnya mengkonfirmasi bahwa hal tersebut sudah terselesaikan dan tidak ada utang apapun.

Masalah timbul pada pertengahan 2010 saat aplikasi kartu kredit saya di salah satu bank ditolak dengan alasan kolektibilitas tidak lancar (berdasarkan SID Bank Indonesia) pada fasilitas KTA di SCB. Hal ini segera saya laporkan pada Call Center SCB dan dinyatakan saya tidak mempunyai tunggakan.

Walau surat bukti itu belum saya terima hingga saat ini, saya anggap SCB pasti akan melakukan kewajibannya tersebut dengan mengup-date data saya dalam SID BI. Ternyata perkiraan saya salah besar. Hal ini saya ketahui pada saat mengajukan kredit ke salah satu bank di akhir Mei 2011, dan berdasarkan checking SID BI ternyata masih ada tunggakan di SCB.

Hingga surat pembaca ini ditulis, saya sudah 3 kali menghubungi Call Center SCB yaitu pada tanggal 31 Mei 2011, 4 Juni 2011 dan 6 Juni 2011. Jawaban yang saya dapatkan sangat tidak memuaskan.

Ada apa dengan SCB, sehingga masalah yang seharusnya sudah beres sejak 2 tahun lalu ternyata masih terkatung-katung hingga saat ini. Dan kelalaian SCB ini, jelas sangat merugikan saya karena menghambat proses pengajuan kredit dan yang pasti merusak nama baik saya.

Saya harap SCB segera mengkinikan data saya dalam SID BI dan mengirimkan surat bukti lunas yang saya minta.

Victor Abdi Negara, Jakarta

Email: an_victor@yahoo.com

BERITA TERKAIT

Revolusi Mental Menjungkirbalikkan Akal - Oleh : EdyMulyadi, Direktur Program Centre for Economic and Democracy Studies (CEDeS)

Pekan silam atmosfir media kita, untuk kesekian kalinya, kembali disesaki isu-isu tak bermutu. Ada Walikota Semarang  Hendrar Prihadi yang bikin…

Sebanyak 43 Ribu Koperasi Dibubarkan Oleh Kemenkop UKM

Sebanyak 43 Ribu Koperasi Dibubarkan Oleh Kemenkop UKM NERACA Sukabumi - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) telah membubarkan…

Geliat Sekolah Pasar Modal - BEI Optimis Target 1 Juta SID Tercapai

NERACA Jakarta – Sejak hadirnya sekolah pasar modal untuk masyarakat, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan keberadaan sekolah pasar modal…

BERITA LAINNYA DI OPINI

Pahami Utang Pemerintah Secara Bijak

Oleh: Achmad Budi Setyawan, Pusat Kebijakan Ekonomi Makro BKF, Kemenkeu *)   Akhir-akhir ini seringkali masyarakat disajikan perdebatan publik masalah…

Perlunya Pembenahan Tata Niaga Impor Pangan

Oleh: Muhammad Razi Rahman Tidak banyak diketahui oleh masyarakat luas, sebenarnya Ombudsman pada 4 Februari lalu telah mengeluarkan peringatan dini…

Aparat Agresif Buru Pelaku Teror di Semarang

  Oleh : Dewi Widyastuti, Pemerhati Sosial Kemasyarakatan Aksi teror pembakaran mobil dan motor sempat membuat gaduh di Kota Semarang,…