Tingkatkan Produksi, Multi Bintang Kembangkan Pabrik - Investasi Rp 426,5 Miliar

NERACA

Jakarta – Produsen minuman bir bintang, PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) berencana membangun dan pengembangan pabrik (brewer) di Surabaya dan Jakarta. Dimana untuk aksi korporasi ini, perseroan menganggarkan dana belanja modal (capital expanditure/capex) sebesar Rp426,5 miliar.

President Director Multi Bintang Indonesia Leonard Evers mengatakan, dana tersebut merupakan anggaran sejak 2009 yang digunakan untuk pengembangan pabrik. Rencananya, pembangunan pabrik dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi produksi, “Kami telah menyiapkan dana pengembangan pabrik sejak dari 2009, kami harapkan dapat selesai tahun ini,”katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Namun, Leonard tidak menyebutkan dana belanja modal tersebut berasal dari mana. Perseroan saat ini akan berencana untuk mengendalikan biaya produksi akuntabilitas. Disamping itu, kata Leonard Evers, pihaknya belum berencana untuk memindahkan pabrik pengelolaan minuman bir ke Indonesia Timur, “Kami belum ada ide dan rencana terkait pembangunan pabrik di Indonesia Timur"tegasnya.

Saat ini, perseroan telah memiliki pabrik di Tangerang dan Surabaya, Jawa Timur. PT Multi Bintang Indonesia Tbk, merupakan perusahaan yang bergerak di bidang minuman seperti Bintang, Heineken, Sand dan Guiness. Produk yang dihasilkannya memang sudah banyak beredar di Indonesia sejak dulu.

Atas hal itu, Leonard mengakui minumannya banyak diminati oleh masyarakat Indonesia dan menjadi negara penyumbang yang cukup besar untuk perusahaan. Namun dia menegaskan, belum akan ekspansi ke Indonesia dalam hal pembuatan pabrik minuman, “Indonesia mempunyai kontribusi ekonomi yang besar bagi perusahaan kami," tutur Leonard.

Selain itu, berkat keuntungan laba yang tumbuh 44% di tahun 2012, perseroan bakal membagikan total dividen sebesar Rp306,90 miliar atau Rp14.566 per saham. Pembagian itu telah disetujui dalam rapat umum pemegang saham (RUPS). Asal tahu saja, perseroan berhasil membukukan kenaikan laba bersih sebesar 44% dibandingkan dengan tahun lalu menjadi sebesar Rp305,20 miliar, selain itu pendapatan bersih juga mengalami kenaikan 29% dibanding 2011 sebesar Rp2,41 triliun.

Sementara pencapaian perseroan pada 2012 didukung dari pertumbuhan penjualan sekitar 28% menjadi Rp1,56 triliun hingga September 2012 lalu. Laba bersih sebelum pajak perseroan naik 49% menjadi Rp607 miliar. Pada perdagangan saham akhir pekan kemarin, saham MLBI bergerak di kisaran Rp900.000 per saham. (bani)

BERITA TERKAIT

Transcoal Akuisisi Dua Perusahaan Pelayaran - Tingkatkan Volume Angkutan

NERACA Jakarta – Di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global memberikan dampak terhadap rencana bisnis beberapa perseroan, namun tidak halnya bagi…

RI-Ceko Incar Peningkatan Investasi dan Ekspor di Sektor Industri

NERACA Jakarta – Indonesia dan Ceko tengah menjajaki peluang kerja sama ekonomi khususnya di sektor industri. Potensi kolaborasi kedua negara…

TKI Diluar Negeri Sumbang Devisa US$5,8 Miliar

    NERACA   Jakarta – Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang berada di luar negeri telah mendatangkan devisa untuk negara…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Model Bisnis Sangat Potensial - Digitaraya Jadi Investor Strategis Pertama Passpod

NERACA Jakarta – Keseriusan PT Yelooo Integra Datanet (Passpod) untuk segera melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), menarik banyak perhatian…

Lagi, BEI Suspensi Saham Mahaka Media

Lagi, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham PT Mahaka Media Tbk (ABBA) pada perdagngan saham Rabu (19/9).…

Obligasi Masih Ramai di Sisa Akhir Tahun

NERACA Jakarta – Meskipun dihantui sentimen kenaikan suku bunga, potensi pasar obligasi dalam negeri hingga akhir tahun masih positif. “Dengan…