Soal Deposit, Klarifikasi BUMI Ditargetkan Pekan Ini

NERACA

Jakarta- Keputusan Grup Bakrie keluar dari Bumi Plc, rupanya direspon pelaku pasar sebagai sentimen positif karena titik awal keluar dari tekanan. Alhasil, sepanjang akhir pekan kemarin saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengalami transaksi teraktif. Data perdagangan saham BEI mencatat, BUMI bergerak pada frekuensi transaksi sebanyak 9.007 kali dengan volume perdagangan mencapai 456 juta lembar saham senilai Rp396,918 miliar.

Sebaliknya, kondisi ini direspon kecurigaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) atas deposit senilai US$ 50 juta yang diserahkan pada Bumi Plc. Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Hoesen mengatakan, pihaknya meminta penjelasan kepada Grup Bakrie atas deposit US$ 50 juta kepada Bumi Plc, “Kita sudah tanyakan ke pihak PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) selaku pemegang saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), tapi belum disampaikan ke kami," katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Selain itu, kata Hoesen, pihak bursa juga meminta sumber pendanaan soal pihak BUMI menyediakan dana sebesar US$ 278 juta untuk menarik 10,3% sahamnya yang ada di Bumi Plc. "Kita akan tanya dulu, mereka itu darimana asal uangnya, harus diklarifikasi, kalau mereka jual aset, aset mana lagi yang dilepas dan itu harus dijelaskan," tandasnya.

Tidak hanya itu, BEI juga akan meminta penjelasan Grup Bakrie soal beredarnya kabar rencana PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) sebagai anak usahanya bakal melepas sahamnya.

Untuk klarifikasi itu, BEI berharap bisa dapatkan jawabnya awal pekan ini. Sementara itu, Kepolisian Republik Indonesia menyatakan ada perkembangan positif dalam penyelidikan perkara pembajakan email (hack) pejabat PT Bumi Resources Tbk.

Investigasi Hacker BUMI

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan, kepolisian telah mendalami keterkaitan data-data yang dibajak itu dengan mitra bisnis BUMI termasuk motif penggunaan data-data itu, “Jadi sudah ada titik terang penyelidikan. Kita akan teliti keterkaitan dokumen-dokumen yang diretas ini, yang berhasil diambil, adanya dugaan keterkaitan dengan mitra bisnis BUMI,”ujarnya dalam siaran persnya.

Selain itu, pihaknya juga terus lakukan langkah lebih lanjut adanya motif-motif tertentu dalam penggunaan data itu. Oleh karena itu, kata Boy, pihaknya masih memerlukan waktu lagi untuk mengungkap lebih jauh terhadap hasil pemeriksaan digital forensik terhadap transaksi elektronik yang berlangsung.

Kata Boy, polisi telah melakukan investigasi kasus ini secara profesional. Dimana hasil investigasi sudah mengarah kepada dugaan pelaku peretasan. “Sejauh ini sedang melengkapi pemeriksaan terhadap perangkat-perangkat hardware milik BUMI. Kami menelusuri bagaimana sistem peretasan ini dilakukan," jelasnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Pertimbangkan Kajian Pelaku Pasar - Soal Saham Gocap Ditunda Hingga Tahun Depan

NERACA Jakarta – Menuai banyak penolakan, rencana PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghapus saham gocap atau penurunan batas minimal harga…

Soal Sentimen Pemilu - BEI Lebih Cemas Kinerja Keuangan Emiten

NERACA Jakarta – Memanasnya konstelasi politik dalam negeri jelang pemilihan presiden (Pilpres) pada awal April 2019, diyakini tidak akan terlalu…

Ini Dia, 99 Pinjaman Online Legal

OJK telah menghentikan dan mempublikasikan 635 entitas fintech "peer to peer" (P2P) lending tanpa izin OJK atau ilegal hingga awal…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Pembangunan Jaya Ancol Tumbuh 1,4%

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) membukukan laba tahun 2018 sebesar Rp223 miliar atau tumbuh 1,4% dibandingkan dengan periode yang…

Laba Bersih Indocement Menyusut 38,3%

NERACA Jakarta – Pasar semen dalam negeri sepanjang tahun 2018 mengalami kelebihan pasokan, kondisi ini berdampak pada performance kinerja keuangan…

Pacu Pertumbuhan Investor di Sumbar - BEI dan OJK Edukasi Pasar Modal Ke Media

NERACA Padang - Dalam rangka sosialisasi dan edukasi pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Padang bekerja sama dengan…