Butuh Modal, PT Pos Cari Pinjaman Bank Rp 400 Miliar

NERACA

Jakarta – Gagal mendapatkan suntikan modal dari pemerintah dan ditundanya rencana penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO), memaksa PT Pos Indonesia harus jeli mencari sumber pendanaan. Kini sumber pendanaan yang akan digali perseroan untuk pengembangan usaha melalui pinjaman perbankan.

Kata Direktur Utama PT Pos Indonesia, I Ketut Mardjana, pihaknya berencana akan melakukan pinjaman kepada bank sebesar Rp 400 miliar, “Tahun 2013 ini, kita rencanakan pinjaman Rp 400 miliar,”ujarnya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Dia menjelaskan, rencananya pinjaman ini akan digunakan untuk investasi kepada anak perusahaan dan membangun infrastruktur logistik Pos Indonesia sehingga bisa meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, “Nanti kita akan bangun bank selain dana sendiri tapi ini juga bisa investasi di anak perusahaan dan juga untuk logistik, ini yang membutuhkan pendanaan yang besar,”tuturnya.

Kata Mardjana, logistik bisa macam-macam seperti menambah tracking, membangun sarana untuk logistik dan pergudangan. Nantinya pinjaman ini bisa dialihkan ke instrumen pendanaan lain seperti obligasi.

Kemudian untuk rencana penerbitan obligasi tahun ini, lanjutnya, belum ditentukan karena tergantung dengan kecepatan investasi yang dilakukan PT Pos Indonesia di luar pengembangan anak perusahaan dan logistik tadi, “Kita belum menetapkan jumlahnya berapa tentu kita harus hitung, itu tergantung kecepatan investasi yang kita lakukan," jelasnya.

Selain pinjaman dan penerbitan obligasi, Mardjana juga menyatakan akan terus melakukan program kemitraan untuk peningkatan usahanya, seperti untuk pembangunan hotel dan sebagainya, “Kita jalankan investasi ada di kita, tapi tidak mengeluarkan cash out yaitu dengan kemitraan. Kita mengundang mitra-mitra bisnis untuk melakukan investasi di Pos Indonesia sehingga kita bisa mengembangkan tentunya dengan pola bagi hasil atau profit sharing," tandasnya.

Sebagai informasi, Meneg BUMN Dahlan Iskan pernah bilang, PT Pos Indonesia dipastikan tidak akan mendapatkan suntikan modal dalam bentuk penyertaan modal negara (PMN). (bani)

BERITA TERKAIT

DPRD‎ Depok "Hanya" Setujui APBD Perubahan 2019 Rp3,7 Triliun - Punya Potensi Dana SILPA 2018 Rp‎765,6 Miliar

DPRD‎ Depok "Hanya" Setujui APBD Perubahan 2019 Rp3,7 Triliun Punya Potensi Dana SILPA 2018 Rp‎765,6 Miliar NERACA Depok - ‎DPRD…

BPPT Kumpulkan PNBP Mencapai Rp100 miliar

  NERACA Jakarta - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melalui Pusat Layanan Teknologi (Pusyantek) telah melampaui target Penerimaan Negara…

Targetkan Listing Awal September - Bhakti Agung Bidik Dana IPO Rp 335,5 Miliar

NERACA Jakarta – Meskipun bisnis properti lesu, hal tersebut tidak menyurutkan rencana PT Bhakti Agung Propertindo Tbk untuk go public.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BTN Dorong Pertumbuhan Ekonomi Bengkulu

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) siap mendorong pertumbuhan ekonomi di Bengkulu agar bisa lebih maju lagi, salah satunya melalui…

Kinerja Keuangan Melorot - ANJT "Kencangkan Ikat Pinggang" di Operasional

NERACA Jakarta – Terkoreksinya pencapaian kinerja keuangan PT Austindo Nusantara Tbk (ANJT) di paruh pertama tahun ini, menjadi pertimbangan emiten…

Pasar Respon Positif Nota Keuangan 2020

NERACA Jakarta – Pidato nota keuangan negara dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020 yang disampaikan presiden Joko…