Awal Pekan, IHSG Masih Pertahankan Rekor Baru

Senin, 18/02/2013

NERACA

Jakarta – Masih aktifnya investor asing memburu saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), memberikan dampak positif terhadap penguatan indeks. Pasalnya, mengakhiri transaksi saham di bursa akhir pekan kemarin. Indeks harga saham gabungan (IHSG) Jum’at ditutup menguat 21,113 poin (0,46%) ke level 4.609,786. Sementara Indeks LQ45 ditutup melaju 3,515 poin (0,45%) ke level 789,815.

Menurut analis e-Trading Securities Andrew Argado, menguatnya indeks BEI salah satunya didorong oleh pelaku pasar asing yang kembali mencatatkan beli bersih sebesar Rp710,21 miliar, “Saham-saham yang paling banyak dibeli investor asing antara lain Telekomunikasi Indonesia (TLKM), Indocement Tunggal Prakasa (INTP), Unilever (UNVR), Bank Central Asia (BBCA), dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI),”katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Dia menuturkan, pergerakan sektor-sektor saham Jum’at akhir pekan kemarin antara lain sektor perkebunan naik 0,73%, sektor industri dasar 0,13%, sektor konstruksi dan properti 0,34%, sektor konsumer goods 0,84%. Kemudian, sektor keuangan naik 0,87%, sektor infrastructure 0,59%, aneka industri 0,10% dan sektor perdagangan 0,28%. Sementara sektor pertambangan melemah 0,63%.

Berikutnya, Adrew memperkirakan perdagangan saham Senin awal pekan, diproyeksikan akan berkonsolidasi dengan kecenderungan naik untuk menguji level batas atas level 4.650 poin. Beberapa saham yang layak dikoleksi yakni Gudang Garam (GGRM), Mitra Adiperkasa (MAPI), Telekomunikasi Indonesia (TLKM).

Perdagangan Jum’at, kemarin berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 156.842 kali pada volume 8,262 miliar lembar saham senilai Rp 5,621 triliun. Sebanyak 134 saham naik, sisanya 116 saham turun, dan 104 saham stagnan.

Maraknya sentimen positif dari dalam negeri membuat investor asing banyak lakukan aksi beli, meski investor domestik masih ada yang lakukan aksi ambil untung. Rekor tertinggi IHSG sebelumnya terjadi Kamis di level 4.588,673 setelah indeks naik 7,105 poin (0,37%).

Sementara bursa saham China dan Taiwan masih tutup sejak awal pekan, sejak hari raya Imlek. Bursa-bursa Asia lainnya ditutup bergerak mixed setelah awal perdagangan kompak melemah di teritori negatif.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Lion Metal (LION) naik Rp 800 ke Rp 11.300, Mandom (TCID) naik Rp 450 ke Rp 11.700, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 450 ke Rp 50.450, dan Unilever (UNVR) naik Rp 250 ke Rp 23.000.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Taisho (SQBI) turun Rp 4.000 ke Rp 234.000, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 500 ke Rp 72.000, Mayora (MYOR) turun Rp 350 ke Rp 22.500, dan Sarana Menara (TOWR) turun Rp 300 ke Rp 27.000.

Kemudian penutupan perdagangan sesi I, indeks BEI juga ditutup menguat 21,478 poin (0,47%) ke level 4.610,151. Sementara Indeks LQ45 menanjak 3,886 poin (0,49%) ke level 790,186. Investor lokal memilih melepas saham-saham tambang, sehingga rata-rata terkena koreksi meski tidak dalam. Aksi beli masih didominasi oleh investor asing.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 93.116 kali pada volume 4,525 miliar lembar saham senilai Rp 2,817 triliun. Sebanyak 118 saham naik, sisanya 99 saham turun, dan 104 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Mandom (TCID) naik Rp 450 ke Rp 11.700, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 400 ke Rp 50.400, Unilever (UNVR) naik Rp 350 ke Rp 23.100, BRI (BBRI) naik Rp 250 ke Rp 8.800.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 700 ke Rp 22.150, Lion Metal (LION) turun Rp 500 ke Rp 10.000, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 500 ke Rp 72.000, dan Semen Gresik (SMGR) turun Rp 300 ke Rp 16.200.

Sebaliknya, diawal perdagangan indeks BEI dibuka terkoreksi 0,01 poin atau 0,00% ke posisi 4.588,65. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 0,01 poin (0,00%) ke level 786,29, “Bursa Asia bergerak melemah dipicu dari data produk domestik bruto (PDB) Uni Eropa yang terkontraksi 0,06% pada kuartal empat 2012," kata analis Samuel Sekuritas Yualdo Yudoprawiro.

Dia menambahkan, beberapa saham grup Bakrie yang telah menguat signifikan dalam dua hari terakhir diperkirakan juga mengalami tekanan ambil untung. Sementara, analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono mengatakan, pergerakan IHSG BEI masih didukung oleh sentimen positif dari ekspektasi akan diluncurkannya paket stimulus baru Jepang.

Selain itu, lanjut dia, kabar bagus juga datang dari keputusan Presiden AS yang akan meningkatkan perdagangan dengan Eropa. Meski demikian, IHSG BEI juga telah memasuki area jenuh beli dan rawan terhadap koreksi.

Karena itu, dirinya memproyeksikan indeks BEI bergerak pada kisaran 4.570-4.600 poin. Tercatat bursa regional diantaranya indeks Hang Seng Jum’at dibuka melemah 37,88 poin (0,16%) ke level 23.375,37, indeks Nikkei-225 turun 113,79 poin (1,01%) ke level 11.193,49, Straits Times melemah 9,03 poin (0,27%) ke posisi 3.281,44. (bani)