BEI Suspensi Saham Japfa Comfeed Indonesia

Terkait Rencana Stock Split

Senin, 18/02/2013

NERACA

Jakarta - Lantaran belum ada penjelasan yang disampaikan manajemen PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) ke Bursa Efek Indonesia (BEI) soal rencana stock split, menjadi alasan bagi BEI untuk menghentikan sementara perdagangan saham (suspensi) Japfa Comfeed Indonesia pada perdagangan Jum’at (15/2).

Informasi tersebut disampaikan BEI dalam siaran persnya di Jakarta, Jum’at akhir pekan kemarin. Kata Kepala Divisi Penilaian Perusahaan Sektor Riil BEI I Gede Nyoman Yetna dan Kepala Divisi Perdagangan saham BEI Andre Toelle, pihak BEI telah menyampaikan permintaan penjelasakan kepada perseroan mengenai rencana stock split atau pemecahan nilai nominal saham.

Namun Perseroan belum dapat menyampaikan informasi tersebut. Maka mempertimbangkan belum adanya informasi lebih lanjut mengenai rasio stock split dan dalam rangka menjaga pasar yang teratur, wajar, dan efisien, bursa memutuskan untuk melakukan penghentian sementara perdagangan efek JPFA.

Selanjutnya, bursa sedang meminta informasi lebih lanjut kepada perseroan terkait dengan rencana pelaksanaan stock split dan akan melakukan penelaahan atas hal tersebut.

Sebelumnya, Deputy Head of Corporate Finance PT Japfa Compeed Indonesia Tbk, Putut Djagiri pernah bilang, perseroan berencana melalukan stock split pemecahan guna meningkatkan likuiditas saham di pasar saham, “Kami akan melakukan stock split. Namun rencana ini akan meminta persetujuan pemegang saham pada RUPSLB yang diselenggarakan 20 Maret 2013,”katanya.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), perseroan mencatakan saham sekitar 2,13 miliar saham. Adapun pemegang saham perseroan antara lain RBS Coutts Bank Ltd Singapore sebesar 9,80%, JP Morgan Chase Bank Japfa Creditor sebesar 6,65%, Pacific Focus Enterprises Limited sebesar 29,88%, BNP Paribas Private Bank Singapore sebesar 6,78%, Rangi Management Limited sebesar 10,57%, dan masyakarat sebesar 35,75%. (bani)