PLN Dapat Pasokan Listrik 295 Megawatt

Kerjasama Bareng Tiga Industri Besar

Senin, 18/02/2013

NERACA

Jakarta – PT Perusahaan Listri Negara (PLN) telah bekerjasama dengan tiga perusahaan besar yaitu PT Kawasan Industri Medan (KIM), PT Timah dan PT Earthstone Metals And Mining. Dari hasil kerjasama tersebut, PLN mendapatkan pasokan listrik sebesar 295 megawatt.

“Kerja sama bisnis jangka panjang ini mengutamakan prinsip saling menguntungkan demi memajukan perekonomian Medan dan Sumatera Utara,” tutur Direktur Utama PLN, Nur Pamudji di Jakarta, akhir pekan kemarin.

Ia menjelaskan bahwa PT KIM akan memasok listrik sebesar 200 megawatt ke kawasan industri di Medan, Sumatera Utara. PT Timah (Persero) akan memasok listrik sebesar 25 megawatt untuk kegiatan operasional PT Timah di Kabupaten Bangka, Bangka Belitung dan PT Earthstone Metals And Mining terkait persiapan pasokan listrik 70 megawatt ke lokasi pabriknya di Kabupaten Bantaeng.

Menurut Nur, kerjasama antara tiga perusahaan besar nantinya akan memasok listrik dalam proses penguatan sistem ketenagalistrikan untuk industri-industri skala besar. Nur juga menambahkan, kesepakatan yang ditandatangani antara PLN dengan KIM berupa kajian penyiapan langkah kerjasama bisnis pasokan listrik bagi pelaku industri Medan.

Selain itu, tambah Nur, kerjasama jual beli tenaga listrik antara PLN dengan PT Timah terkait dengan rencana PT Timah yang akan melakukan pengembangan usaha di Bangka dan sekitarnya yang membutuhkan pasokan listrik sebesar 25 megawatt. “Disamping proses penguatan sistem ketenagalistrikan oleh PT Timah dan PLN untuk di daerah Bangka Belitung dengan cara menghubungkan dengan system kelistrikan Sumatera Selatan melalui kabel laut 150 KV,” jelas Nur.

Kemudian, ungkap Nur, pihaknya juga melakukan kerja sama dengan PT. Earthstone Metals And Mining berkaitan dengan rencana membangun pabrik bijih mineral mangan di Kab. Bantaeng. Untuk operasional industri ini dibutuhkan daya listrik 70 megawatt.

Dengan ditandatanganinya nota kesepahaman bersama industri skala besar maka semakin memperlihatkan kepercayaan para pelaku bisnis dan industri serta kalangan investor pada kemampun PLN. “Komitmen PLN untuk memasok listik bagi industri skala besar ini juga menunjukan bahwa PLN proaktif untuk mampu menyiapkan listrik dengan kapasitas besar dan kualitas tinggi untuk mendukung ekonomi yang tumbuh pesat,” ucapnya.

5 Ribu MW

Sementara itu, Kasubdit Perlindungan Konsumen Listrik Kementerian ESDM Wansisma Wansyah mengatakan, PLN setidaknya membutuhkan sebanyak 5 ribu megawatt per tahun untuk bisa memenuhi kebutuhan listrik se Indonesia. Belum lagi untuk memenuhi kebutuhan industri.

Selama ini listrik yang dimiliki PLN sebesar 53 ribu megawatt. PLN sendiri masih memerlukan untuk pemenuhan kebutuhan listrik se Indonesia sebesar 5 ribu mw per tahun. “PLN harus penuhi untuk pemenuhan kebutuhan listrik se-Indonesia agar dapat teraliri listrik, paling tidak sebanyak 5 ribu mw per tahun harus siap tersedia, karena kalau tidak akan membengkaknya biaya operasional yang akan ditanggung PLN,” ujar Wansisma.

Untuk itu, pemerintah sendiri akan membantu bersama PLN dengan membuat program distribusi kebutuhan listrik sebesar 10 ribu mw ke seluruh pelanggan listrik di Indonesia. Sementara, saat ini PLN baru memenuhi rasionalitas kelistrikannya yang hanya sebesar 75% di tahun 2012 dan masih 25 % yang belum menikmati listrik bahkan dari subsidi listrik sebagian masyarakat belum merasakan. Seperti terjadi di Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur yang masih menikmati listrik hanya sekitar 50%, Papua masih 35% masyarakat yang mendapatkan listrik, belum lagi di daerah lainnya yang masih belum mendapat pasokan listrik.

Bangun Powerplant

Sebelumnya, Menteri Perindustrian MS Hidayat menjelaskan bahwa akan ada tiga investor yang berencana membangun power plant di Indonesia untuk memenuhi pasokan listrik dalam negeri. “Tiga investor itu mau join dengan kita untuk membangun power plant,” ujarnya.

Namun, Hidayat tidak menjelaskan lebih langsung siapa-siapa saja para investor yang dimaksudnya. Hidayat hanya menyebutkan investor tersebut berkomitmen untuk mendirikan smelter. “Tadinya mau join bangun smelter, karena mereka melihat kita kekurangan pasokan listrik. Indonesia kekurangan pasokan listrik, maka ketiganya memastikan akan bangun power plant,” tuturnya.

Menurut Hidayat, investor tersebut meminta tax insentif untuk merealisasikan proyek itu. "Mereka minta tax insentif dan sekarang lagi dibicarakan,” tuturnya. Melihat minat investor tersebut, pemerintah berencana memberikan fasilitas insentif untuk menarik investasi asing masuk ke Indonesia lebih banyak lagi. Hidayat meyakini pada tahun ini, investasi baru akan datang dari industri phetrochemical, baja, smelter baik dari Rusia dan China. “Jepang juga akan masuk ke Jabodetabek dengan membangun pelabuhan di Cilamaya,” pungkasnya.