Pecah Kongsi, Bumi Diminta Berikan Informasi Valid

NERACA

Jakarta- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan menindaklanjuti pelaporan kasus dari pihak Bumi Plc dengan meminta sejumlah informasi yang valid terkait hal tersebut. “Kita minta informasi yang valid dari kedua pihak.” jelas Deputi Komisioner Pengawasan Pasar Modal I OJK, Robinson Simbolon di Jakarta, Kamis (14/2).

Menurutnya, dengan laporan dari Bumi Plc belum dapat membuktikan suatu kebenaran. Karena itu, diperlukan informasi dan penyelidikan yang lebih mendalam terkait permasalahan tersebut. "Mereka harus memberikan informasi yang benar terkait aksi korporasinya. Kalau tidak benar, itu akan merugikan Bumi Resources dan Bumi Plc,” jelasnya.

Pasca melapornya Bumi Plc terkait adanya pencurian data, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Nurhaida pernah mengatakan, pihaknya akan membaca dan mempelajari laporan yang disampaikan direktur Bumi Plc, “Manajemen BUMI Plc datang ke OJK. Mereka ingin mengupdate OJK tentang isu yang ramai diberitakan di media terkait Bumi Plc. Mereka menyampaikan kronologi terkait hal tersebut,” katanya.

Seperti diketahui, direksi Bumi Plc mendatangi gedung OJK. Kabarnya, manajemen Bumi Plc melaporkan pencurian data lewat email kepada OJK. Senior Vice President Bakrie Grup, Christopher Fong pernah bilang, kehadiran romobongan direktur Bumi Plc tentu membahas soal penyimpangan laporan keuangan BUMI, “Kami memahami pertemuan berkaitan dengan investigasi Macfarlanes dan bukti kuat sekarang ada untuk laporan Polri yang kita mengerti mengarah pada orang tertentu,”ujarnya.

Namun, Direktur Independen Bumi Plc Amir Sambodo mengatakan, pihaknya hanya berkunjung ke OJK untuk konsultasi aturan pasar modal. Amir pun tidak dapat menjelaskan lebih detil mengenai aturan pasar modal yang dikonsultasikan dengan OJK. Sementara itu, penasehat hukum Bumi Plc, Todung Mulya Lubis mengatakan, pihaknya akan tetap memenuhi semua ketentuan yang berlaku.

Asal tahu saja, Macfarlanes yang merupakan firma hukum di London telah menyelesaikan penyidikannya atas dugaan penyimpangan laporan keuangan di PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Namun, saksi kunci yang menolak bicara membuat Bumi Plc belum dapat mempublikasikan laporan penyidikan tersebut.

Salah satu pendiri Bumi Plc Nathaniel Philip Rothschild mengatakan, tidak ada alasan untuk tidak mempublikasikan laporan tersebut, baik di Inggris ataupun Indonesia, “Adalah hal yang tidak biasa, jika laporan tentang penyalahgunaan anggaran hingga US$ 1 miliar malah lebih terfokus pada Nat Rothschild, daripada mengikuti hilangnya uang,” kata Rothschild, seperti dilansir Reuters.

Manajemen Bumi Plc menyatakan,hasil audit yang dilakukan firma hukum MacFarlanes tidak bisa dijadikan alat pembuktian tuduhan penyelewengan keuangan di BUMI dan BRAU. Keputusan itu rada mengejutkan karena Bumi Plc sebetulnya memiliki beberapa fakta yang mendukung dugaan penyimpangan itu. Tim MacFarlanes ingin menyelidiki penghapusan investasi US$ 390 juta di Gallo Oil Ltd (Jersey) Yaman.

Subjek lain yang ingin mereka selidik adalah lenyapnya dana pengembangan bisnis US$ 247 juta di laporan keuangan BUMI. Namun, fakta-fakta itu menjadi mentah lantaran beberapa pihak penting BUMI menolak diwawancarai MacFarlanes.

BERITA TERKAIT

Australia Diminta Buka Akses Pasar Hortikultura

NERACA Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan pertemuan bilateral dengan Pemerintah Australia guna membahas isu-isu peternakan, hortikultura,…

Maskapai Penerbangan Diminta Patuhi Skema Tiket

NERACA Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengimbau maskapai mematuhi skema penurunan tiket sesuai dengan ketetapan pemerintah, yakni menurunkan 50 persen…

Jabar Berikan Rp200 Miliar Bantuan Keuangan Per Pemkab/Pemkot

Jabar Berikan Rp200 Miliar Bantuan Keuangan Per Pemkab/Pemkot   NERACA Bandung - Gubernur Jawa Barat (Jabar) M Ridwan Kamil atau Emil…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Acting in Concert Pemicu Jababeka Default

PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) berpotensi mengalami gagal bayar notes senilai US$ 300 juta karena terjadinya perubahan pengendali sebagaimana…

Gandeng Perusahan Taiwan - Kalbe Farma Bidik Cuan di Bisnis Kecantikan

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan penjualan, inovasi dan pengembangan bisnis menjadi strategi yang dilakukan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF). Menggandeng…

Volume Penjualan Semen SMCB Turun 3,30%

NERACA Jakarta – Melorotnya penjualan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) di semester pertama tahun ini, juga dirasakan oleh anak…