Likuiditas Positif, BNI Raih Peringkat AA+

Dinilai likuiditas yang baik dan bisnis yang kuat, menjadi alasan PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan peringkat PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) pada idAA+. Selain itu, prospek peringkat tersebut adalah stabil.

Informasi tersebut disampaikan Pefindo dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (14/2). Analis Pefindo, Putri Amanda mengatakan, peringkat tersebut mencerminkan bank yang kritikal bagi Pemerintah Indonesia sebagai pemegang saham pengendali, posisi bisnis yang sangat kuat, profil permodalan dan likuiditas yang baik, “Akan tetapi, peringkat ini dibatasi oleh rasio NPL Bank yang relatif tinggi dan lingkungan yang kompetitif," ujarnya.

Per 30 September 2012, bank memiliki salah satu jaringan distribusi besar di Indonesia yang terdiri dari 1.550 jumlah kantor, 7.505 mesin ATM, dan lima kantor cabang luar negeri. Pada 30 September 2012, Pemerintah Indonesia memiliki 60% kepemilikan dalam bank, dan sisanya 40% dimiliki oleh publik. (bani)

BERITA TERKAIT

BNI Gelar Program "Mari Lipat Gandakan Kebaikan"

BNI Gelar Program "Mari Lipat Gandakan Kebaikan" NERACA Jakarta - "Mari Lipat Gandakan Kebaikan" itulah tema yang diusung oleh PT.…

BNI SANTUNI ANAK YATIM

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (tengah) berjabat tangan dengan Direktur Bisnis Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Jaringan BNI Catur…

Pefindo Raih Mandat Obligasi Rp 52,675 Triliun

Pasar obligasi pasca pilpres masih marak. Pasalnya, PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo mencatat sebanyak 47 emiten mengajukan mandat pemeringkatan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pefindo Raih Mandat Obligasi Rp 52,675 Triliun

Pasar obligasi pasca pilpres masih marak. Pasalnya, PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo mencatat sebanyak 47 emiten mengajukan mandat pemeringkatan…

GEMA Kantungi Kontrak Rp 475 Miliar

Hingga April 2019, PT Gema Grahasarana Tbk (GEMA) berhasil mengantongi kontrak senilai Rp475 miliar. Sekretaris Perusahaan Gema Grahasarana, Ferlina Sutandi…

PJAA Siap Lunasi Obligasi Jatuh Tempo

NERACA Jakarta - Emiten pariwisata, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) memiliki tenggat obligasi jatuh tempo senilai Rp350 miliar. Perseroan…