CIMB Niaga Terbitkan Obligasi Rp 6 Triliun - Genjot Pertumbuhan Kredit

NERACA

Jakarta– Guna meningkatkan likuiditas dan penyaluran kredit, PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) bakal kembali menerbitkan sisa obligasi berkelanjutan I, sebesar Rp6 triliun pada tahun 2013, “Kita sudah peroleh izin terbitkan obligasi berkelanjutan Rp8 triliun, sudah dilakukan tahap I sebesar Rp2 triliun tahun 2012. Sisa Rp6 triliun, kita lihat kondisi market, kalau bagus segera kita terbitkan,”kata Direktur Keuangan CIMB Niaga Wan Razly di Jakarta, Kamis (14/2).

Menurutnya, penerbitan obligasi tahap selanjutnya fleksibel di kisaran Rp4 triliun sampai dengan Rp6 triliun tergantung dengan pertumbuhan kredit. Rencananya perseroan akan menerbitkan emisi ini pada paruh pertama tahun ini.

Saat ini, proses penerbitan obligasi masih dalam tahap perizinan dari Bank Indonesia. Rencananya, dana penerbitan obligasi untuk mendukung pertumbuhan kredit di atas 16% dank arena itu, dibutuhkan penyaluran kredit baru sekitar Rp20 triliun. Perseroan, kata Wan Razly, akan memenuhinya dana pihak ketiga (DPK), dan penerbitan obligasi.

Tahun ini, anak usaha bank asal Malaysia ini mematok pertumbuhan kredit di kisaran 16-19%. Pada tahun lalu, kucuran kredit tumbuh 16% dari Rp125,7 triliun pada akhir tahun 2011, menjadi Rp145,4 triliun pada akhir 2012.

Selain itu, sepanjang tahun 2012, perseroan mencatat perolehan laba bersih sebesar Rp4,23 triliun atau meningkat 33% dibanding perolehan laba tahun sebelumnya sebesar Rp31,8 triliun, “Tahun 2012, merupakan tahun yang baik bagi CIMB Niaga di tengah kondisi ekonomi global yang dapat dikatakan masih stagnan,”ujar Presiden Direktur CIMB Niaga Arwin Rasyid.

Dia menyebutkan, penopang perolehan laba terdiri dari pendapatan bunga bersih sebesar Rp9,7 triliun pada 2012, meningkat 22% dalam setahunan dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp7,92 triliun. Sementara pendapatan non bunga atau fee based income tumbuh 29% dari Rp2,44 triliun menjadi Rp3,16 triliun.

Pendapatan bunga didukung oleh peningkatan kucuran kredit sebesar 16% dalam setahunan dari Rp125,7 triliun menjadi Rp145,4 triliun. Sementara dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 15% dari Rp131,32 triliun. Sedangkan total aset meningkat 18% dari Rp166,8 triliun menjadi Rp197,41 triliun. (bani)

BERITA TERKAIT

Investasi Tempat Persemaian Bagi Pertumbuhan Ekonomi

Pemerhati Ekonomi dan Industri, Fauzi Aziz   Ekonomi suatu bangsa akan tumbuh bilamana kegiatan investasinya juga tumbuh. Pembentukan investasi yang…

Obligasi Moratelindo Oversubscribed 1,4 Kali

NERACA Jakarta – Penerbitan obligasi PT Mora Telekamtika Indonesia (Moratelindo) direspon positif pelaku pasar. Buktinya, Obligasi I Moratelindo yang dicatatkan…

Link Net Buyback Saham Rp 1,3 Triliun

NERACA Jakarta – Menjaga pertumbuhan harga saham di pasar, PT Link Net Tbk (LINK) berencana membeli kembali alias buyback saham…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BEI Buka Kantor Perwakilan di Mataram

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kantor perwakilan di Mataram, Nusa Tenggara Barat untuk memudahkan penyebarluasan informasi dan edukasi mengenai…

Bank Jateng Terbitkan MTN Rp 1 Triliun

Perkuat likuiditas guna mendanai ekspansi bisnis di tahun depan, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah alias Bank Jateng menerbitkan surat…

LPKR Bidik Dana Rights Issue Rp 600 Miliar

Butuh modal untuk mendanai ekspansi bisnis di 2018, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) berencana menerbitkan saham baru (rights issue) pada…