2013, Tahun Tokio Marine Life Berbenah

Jumat, 15/02/2013

NERACA

Jakarta - Perusahaan asuransi jiwa, Tokio Marine Life Insurance Indonesia, mengaku setelah mengakuisisi MAA Life Assurance Indonesia (MAA Assurance) sejak April 2012 lalu, pihaknya menganggarkan investasi sebesar Rp70 miliar di 2013 untuk meng-upgrade sistem teknologi informasi serta merekrut 1.000 agen-agen asuransi jiwa bersertifikat dan profesional.

Direktur Utama Tokio Marine Life Insurance, David J Beynon, mengatakan selain upgrade sistem komputer terbaru pihaknya juga merombak total layanan customer services serta menambah produk-produk asuransi terbarukan.

“Dana Rp60 miliar digunakan untuk mengganti seluruh sistem komputerisasi dan layanan customer services, juga tambah produk baru. Sedangkan Rp10 miliar khusus merekrut agen asuransi terbaik. Tahun 2012 agen kami hanya 100 orang. Tahun ini kami sedang ‘beres-beres’ perusahaan,” jelas dia di Jakarta, Kamis (14/2).

Mengenai penambahan produk, Beynon bilang sudah mengeluarkan enam produk baru pada 19 November 2012 lalu, dari sebelumnya tiga produk. Sedangkan tahun ini, perseroan berencana akan menambah 11 produk lagi, sehingga totalnya menjadi 20 produk.

“Di kuartal III 2013, kami menargetkan mengeluarkan 20 produk baru. Produk ini terdiri dari berbasis syariah, tradisional, dan unitlink. Ini juga sesuai dengan nilai-nilai perusahaan kami yang mengutamakan customer focus, integrity, dan excellent. Jadi nasabah berhak memilih produk sesuai kebutuhan, dan bukan kami yang memaksa supaya memilih. Inilah kelebihan kami ketimbang perusahaan asuransi lainnya,” papar Beynon.

Asal tahu saja, secara resmi Tokio Marine Group mendapat restu Bapepam-LK (sekarang OJK) untuk mengakuisisi MAA Life Assurance Indonesia (MAA Assurance) pada 28 Oktober 2012 lalu. Setelah salah satu perusahaan asuransi terbesar di Jepang itu membeli saham 89% MAA Assurance pada April 2012 senilai Rp275 miliar. Sedangkan sisanya yang 11% masih dimiliki PT Multi Artha Aman.

Perseroan juga berencana menambah opsi kepemilikan saham MAA Assurance ke depan. Senior Vice President Chief Marketing Officer Tokio Marine Life Insurance, Soebagio Iman, mengaku kalau pihaknya tertarik mengakuisisi MAA Assurance ini lantaran tidak memiliki track record buruk seperti komplain nasabah dan pencucian atau penggelapan dana.

Artinya, lanjut dia, MAA Assurance ini perusahaan kecil tapi bagus. Hanya saja, imbuh Soebagio, mereka kekurangan modal karena terbentur aturan Bapepam-LK yang mengharuskan perusahaan asuransi minimal memiliki modal Rp70 miliar atau 120%.

10 besar dalam 5 tahun

Tak hanya itu saja. Akibat modalnya tidak memenuhi aturan, regulator lalu memberikan sanksi MAA Assurance selama satu tahun. “Sanksi dilepas bulan Desember 2012, atau setelah kami ambilalih,” tambahnya. Lebih lanjut Soebagio menjelaskan, premi perseroan sejak November 2012 hingga Januari 2013 hanya Rp7 miliar.

Oleh karena itu, dirinya menargetkan premi tahun ini sebesar Rp12 miliar. Terkait laba bersih, Soebagyo pun menjawab diplomatis. “Kami sadar bisnis asuransi merupakan bisnis jangka panjang. Otomatis investasinya pun jangka panjang, sekitar 8-9 tahun kami prediksi bisa balik modal,” jawab dia.

Meski terhitung sebagai perusahaan asuransi jiwa baru, namun Soebagio menargetkan Tokio Marine Life masuk jajaran 10 besar perusahaan asuransi jiwa di Indonesia pada 2018. “Lima tahun dari sekarang, kami optimis masuk top 10. Mengenai pengembangan kantor cabang, kami mempunyai tiga kantor cabang regional. Jakarta menjadi pusat pelatihan agensi, lalu Surabaya dan Medan,” tandasnya. [ardi]