Perbankan Sampaikan Keluhan ke Walikota

Bengkulu - Kalangan perbankan yang ada di Bengkulu mengeluhkan dana yang terkumpul dari masyarakat sangat kecil, sedangkan mereka telah memberikan kontribusi besar. "Uang yang kita keluarkan selama tahun 2012 sekitar Rp3 triliun, yang kembali hanya Rp1 triliun. Artinya, yang Rp2 triliun berarti ke luar dari Bengkulu, misalnya ke Jakarta atau ke tempat lain," kata Pimpinan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Bengkulu, Yuwono, ketika bersilaturahim dengan Walikota Bengkulu, Helmi Hasan di Kota Bengkulu, Rabu (13/2).

Dia menjelaskan, pihak perbankkan diundang Pemerintah Kota Bengkulu untuk bersilaturahim. Menurut Yuwono, banyak hal yang dibicarakan dengan Wali Kota Bengkulu itu terkait kerja sama dengan pemerintah kota yang masih perlu ditingkatkan.

Selain itu, saat ini masih kurangnya timbal balik antara bank dengan masyarakat. Sementara Pimpinan Bank BNI Cabang Bengkulu Agus Haedar Usman mengatakan, pihak bank telah mencairkan dana yang besar yang dapat dilihat dari indeks LDR yang dirilis oleh Bank Indonesia sebesar 113%.

"Namun dana yang terkumpul dari masyarakat sangat kecil," kata dia. Keluhan lain dari pihak perbankkan berupa tidak kondusifnya Pasar Panorama Kota Bengkulu, sepinya pasar Barukoto serta kurangnya pengelolaan sektor pariwisata, sehingga keadaan tersebut membuat berkurangnya pergerakan uang dari nasabah kepada pihak perbankkan.

"Yang sering dikeluhkan oleh pihak investor itu sulitnya proses perizinan," tutur Erinal, Pimpinan Bank Tabungan Negara (BTN). Mereka memeberikan saran kepada pemerintah setempat untuk merapikan konsep wisata bengkulu serta area perbankkan di tempat pariwisata dibuat menjadi satu lokasi agar nasabah lebih mudah mengaksesnya, membuat pasar-pasar lebih kondusif dan lebih ramai. Lebih lanjut mereka menawarkan kerja sama untuk Usaha Mikro Kecil Dan Menengah (UMKM) lewat Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) ataupun program kemitraan. [ardi]

BERITA TERKAIT

BI Siapkan Kebutuhan Likuiditas Perbankan di Sumsel Selama Ramadhan

BI Siapkan Kebutuhan Likuiditas Perbankan di Sumsel Selama Ramadhan   NERACA Palembang - Bank Indonesia (BI) kantor perwakilan Provinsi Sumatera Selatan…

Waspadai Kejahatan Keuangan - NICE Actimize Ajak Perbankan Pentingnya Penerapan AML

Perkembangan produk, aktivitas, dan teknologi dalam industri keuangan telah semakin kompleks yang mana meningkatkan peluang pihak-pihak tidak bertanggungjawab menggunakan produk…

Hadiri Bazar Ramadhan, Walikota Sukabumi Peringatkan ASN

Hadiri Bazar Ramadhan, Walikota Sukabumi Peringatkan ASN NERACA Sukabumi - Puluhan masyarakat berbondong-bondong menyerbu pasar murah dan bazar Ramadhan yang…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Meski Terjadi Aksi 22 Mei, Transaksi Perbankan Meningkat

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyebutkan demonstrasi terkait Pemilu pada 22 Mei 2019 yang diwarnai…

Libur Lebaran, BI Tutup Operasional 3-7 Juni

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) menetapkan untuk meniadakan seluruh kegiatan operasional pada 3-7 Juni 2019 atau…

Asosiasi Fintech Minta Dapat Kemudahan Akses Data Kependudukan

    NERACA   Jakarta – Industri Finansial Technology (fintech) berharap agar pemerintah bisa mengizinkan usaha fintech bisa mendapatkan akses…