Pertumbuhan Ekonomi Lampung Turun 8,13%

NERACA

Bandarlampung - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) Provinsi Lampung menyatakan pertumbuhan ekonomi Lampung triwulan IV-2012 mengalami penurunan sebesar 8,13% dibandingkan triwulan III-2012. "Penurunan itu hal yang wajar sesuai pola pertumbuhan ekonomi Lampung, di mana output akan mengalami penurunan pada triwulan IV-2012 karena faktor musiman," kata Humas KPBI Provinsi Lampung, Nunu Hendrawanto, dalam siaran persnya di Bandarlampung, Rabu.

Dia menyebutkan, penurunan output triwulan IV-2012 itu disebabkan beberapa hal, diantaranya pada triwulan III-2012, terdapat momen Ramadhan dan Idul Fitri yang menyebabkan dorongan permintaan konsumen terhadap komoditas primer dan non primer yang cukup besar. Kedua momen tersebut lanjutnya, juga mampu mendorong pertumbuhan nilai output pada sektor pengangkutan dan telekomunikasi, sektor industri pengolahan, sektor perdagangan, hotel dan restoran serta sektor-sektor jasa.

"Meskipun pada triwulan IV-2012 juga terdapat momen Natal dan Tahun Baru, ditambah peningkatan nilai output dari sub sektor perkebunan, namun nilai output yang terbentuk tidak sebesar triwulan III-2012," jelasnya. Nunu menambahkan meskipun secara trwiulan mengalami penurunan, namun secara kumulatif tahun 2012, output ekonomi Lampung meningkat 6,48% dibandingkan tahun 2011.

Dari sisi permintaan, kontribusi terhadap output ekonomi kumulatif tahun 2012 yang mencapai 6,48% disumbang oleh ekspor 6,39%, konsumsi swasta 3,71%, dan investasi yang tercermin melalui Pembentukan Modal Tetap Daerah Bruto (PMTDB) 1,49%. Sedangkan dari sisi penawaran, kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi kumulatif berasal dari sektor pertanian sebesar 1,6%, diikuti sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan sebesar 1,26%, serta sektor angkutan dan komunikasi sebesar 1,06%.

Dia menjelaskan, apabila melihat strukturnya, ekonomi Lampung selama tahun 2012 masih tetap didominasi oleh sektor pertanian. Dibandingkan tahun 2012, porsi sektor pertanian, sektor listrik, gas dan air bersih, sektor pengangkutan dan komunikasi, sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan, serta sektor jasa-jasa mengalami peningkatan. Sementara porsi empat sektor lainnya, yakni sektor pertambangan dan penggalian, sektor industri pengolahan, sektor bangunan, serta sektor perdagangan, hotel dan restoran mengalami penurunan. [ardi]

BERITA TERKAIT

Angka Kemiskinan Jawa Barat Turun

Angka Kemiskinan Jawa Barat Turun NERACA Bandung - Data Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2017 menunjukkan, angka kemiskinan di…

Brexit Bikin Penjualan Mobil Baru di Inggris Turun Drastis

Penjualan mobil baru di Inggris turun drastis akibat ketidakpastian Brexit dan ketakutan di pasar keuangan mobil yang memicu gelembung kredit.…

Mitra Sociopreneurs Muda DBS Berbagi Kiat Sukses - Dukung Pertumbuhan Wirausaha Sosial

Membangun kemandirian ekonomi kaum wanita saat ini bukan lagi menjadi pilihan tetapi juga kebutuhan. Oleh karena itu, dalam rangka memberdayakan…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Permintaan Kredit di 13 Sektor Meningkat

  NERACA   Jakarta - Bank Indonesia melalui surveinya mencatat permintaan kredit pada 13 sektor ekonomi meningkat sepanjang triwulan III…

Bangun Infrastruktur SID Butuh Rp650 miliar

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyatakan biaya untuk investasi pembangunan infrastruktur Sistem Informasi Debitur atau…

BNI Dukung Peremajaan Kelapa Sawit

      NERACA   Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mendukung program pemerintah dalam percepatan peremajaan…