OCBC NISP Raih DPK Rp60,8 Triliun

NERACA

Jakarta – Bank OCBC NISP meraih total dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp60,8 triliun di tahun 2012, tumbuh 28% dari tahun 2011. Hal ini juga diikuti dengan kenaikan penyaluran kredit sebesar Rp52,9 triliun atau naik 28% dari periode yang sama tahun sebelumnya. “Sehingga loan to deposit ratio (LDR) menjadi 86,8% pada akhir tahun 2012. Pertumbuhan DPK tersebut merupakan bukti tingginya kepercayaan nasabah terhadap kami. Dengan pemberian kredit yang sangat selektif dan melalui prinsip kehati-hatian, kami berhasil menjaga rasio kredit bermasalah (NPL) grosssebesar 0,9% pada akhir tahun 2012 turun dari 1,3% pada akhir tahun 2011,” kata Direktur Utama Bank OCBC NISP, Parwati Surjaudaja, melalui keterangan tertulis yang diterima Neraca, Rabu (13/2).

Hal ini juga yang mendorong, pertumbuhan aset perseroan tersebut, per 31 Desember 2012, mencapai Rp79,1 triliun atau meningkat 32% dari tahun 2011. Mereka juga berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp915miliar atau naik 22% di tahun 2012, dari Rp753 miliar pada tahun 2011.

“Kenaikan laba ini terutama didorong oleh kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 14% dari Rp2,3 triliun pada tahun 2011 menjadi Rp2,6 triliun pada tahun 2012. Sementara itu, pendapatan non-bunga bank juga tumbuh sebesar 28% mencapai Rp836 miliar dibandingkan Rp651 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Itu juga tidak lepas dari berbagai upaya pengendalian biaya operasional yang berhasildilakukan bank melalui peningkatan efisiensi dan produktivitas,” jelasnya.

Di sisi lain, rasio-rasio penting per 31 Desember 2012 berada pada posisi yang sangat baik. Rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) mencapai 16,5%, jauh diatas ketentuan minimal Bank Indonesia yang sebesar 8%. Sedangkan ROA dan ROE masing-masing 1,8% dan 12,2%. Kemudian marjin bunga bersih (net interest margin/NIM) sebesar 4,2%, turun 0,6% dari 2011 yang sebesar 4,8%.

“Berkat dukungan segenap nasabah dan mitra usaha lainnya, kami telah berhasil mencapai pertumbuhan kinerja yang cukup membanggakan selama tahun 2012. Pencapaian tersebut telah kami buktikan melalui beberapa penghargaan yang berhasil kami raih di akhir tahun 2012 kemarin, salah satunya adalah penghargaan sebagai “Indonesia Most Trusted Company” dari The Indonesian Instute of Corporate Governance,” ungkapnya.

Kemudian, Parwati menambahkan jika pertumbuhan perusahannya sampai saat ini tidak lepas dari dukungan kuat dari OCBC Singapore dalam upaya memberikan added value bagi seluruh stakeholder secara berkesinambungan.

“Dengan pondasi keuangan yang tumbuh semakin sehat dan kokoh, kami siap menghadapi tantangan perbankan di masa mendatang dengan meningkatkan kualitas pelayanan perbankan melalui 350 jaringan kantor dan 695 ATM di seluruh Indonesia serta didukung oleh 6.498 orang karyawan berdedikasi”, pungkasnya. [ria]

BERITA TERKAIT

Rp1,1 Triliun Digelontorkan Untuk Revitalisasi 1.037 Pasar

NERACA Jakarta – Kementerian Perdagangan mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,1 triliun untuk melakukan revitalisasi 1.037 pada 2019. "Total Rp1,1 triliun anggaran…

Ditopang Penjualan Residensial - BSDE Targetkan Marketing Sales Rp 6,2 Triliun

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Bumi Serpong Damai  Tbk (BSDE) memasang target marketing sales senilai Rp6,2  triliun.”Kami optimistis target…

Ditopang Penjualan Feronikel - EBITDA Antam Diproyeksikan Rp 5 Triliun

NERACA Jakarta – Geliat agresifnya ekspansi bisnis PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), membuat sebagian para analis menilai layak mengkoleksi saham…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Holding BPR Bisa Terjadi

      NERACA   Padang – Pemerintah sedang gencar untuk menyatukan perusahaan-perusahaan BUMN yang satu lini bisnis. Seperti misalnya…

Suku Bunga Acuan Ditahan

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) untuk keempat-kalinya secara berturut-turut mempertahankan suku bunga acuan 7-Day Reverse…

BI Jamin Longgarkan Likuiditas dan Kebijakan Makroprudensial

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) menjamin kondisi likuiditas yang longgar bagi perbankan dan akan memberikan stimulus…