Saham CNKO Bakal Melesat Tembus Rp 1.200 Per Saham

Rencakanakan Akuisisi

Kamis, 14/02/2013

NERACA

Jakarta - Setelah mengakuisisi saham PT Energi Batu Bara Indonesia, PT Eksploitasi Energi Indonesia Tbk (CNKO) menargetkan laba bersih 2013 sebesar Rp1,2 triliun dan karena itu, target harga sahamnya melesat ke Rp1.200 per saham.

Informasi tersebut disampaikan perseroan kemarin. Lantaran aksi korporasi tersebut berjalan lancar, pada perdagangan kemarin saham perseroan ditransaksikan melemah Rp5 (1,38%) ke posisi Rp355. Intraday tertinggi mencapai Rp365 dan terendah Rp355 per saham.

Disebutkan, setelah mengakuisisi 99,97% saham PT Energi Batubara Indonesia, target 2013 Net Profit Rp1,2 triliun dengan conservative Price to Earnings Ratio (PER) di level 2,6 kali.

Baca juga: Bank Jatim Rencanakan Buyback Saham

Sebagai informasi, keseriusan PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk mengarap bisnis energi atau power plant dibuktikan dengan rencana mengakuisisi power plant mulut tambang di Kalimantan Tengah.

Direktur Utama CNKO, Henry H Sitanggang pernah bilang, rencana akuisisi mulut tambang bagian dari rencana perseroan fokus bisnis energi, “Kita akuisisi pembangkit mulut tambang karena berdekatan dengan konsesi pertambangan anak usaha perseroan PT Sekti Rahayu Indah,”ujarnya.

Menurutnya, kedekatan lokasi tersebut akan memudahkan dalam suplai batubara. Total kapasitas pembangkit itu mencapai 2x100 MW. Sementara untuk 5 PLTM yang bakal diakuisisi, kata Henry, dua proyek pembangkit berada di Sukabumi, Jawa Barat dan memiliki kapasitas sebesar 12 Mega Watt (MW). Tiga pembangkit lainnya berada di Sumatera Barat memiliki kapasitas sekitar enam MW.

Baca juga: BEI Perpanjang Suspensi Saham Empat Emiten

Totak kapasitas PLTM yang siap diakuisisi sebesar 18 MW dan proyek yang diakuisis adalah yang sudah eksisting dan bukan dari awal. Tahun ini perseroan memprediksi dapat meraih pendapatan sebesar Rp1,2 triliun dan volume produksi serta penjualan batubara sebesar 1,4 juta metrik ton.

Sebelumnya, perseroan juga berencana mengakuisisi lima pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTM) senilai Rp 42,5 miliar. Selain itu, CNKO akan memperbesar pasokan kebutuhan pembangkit listrik di 2020 yang diproyeksi tumbuh mencapai 71%. Hal ini dilakukan untuk memasok energi listrik, terlebih ketersediaan energi listrik di Indonesia masih termasuk minim. (bani)

Baca juga: Antam Tarik Pinjaman US$ 200 Juta