Biaya Eksplorasi KCP di Januari US$ 716,478

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menyampaikan biaya eksplorasi pada Januari 2013 yang dilakukan anak usahanya PT Kaltim Prima Coal (KPC) sebesar US$540,514 dari yang dianggarkan sebesar US$716,478.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (13/2). Kata Direktur & Corporate Secretary BUMI, Dileep Srivastava, eksplorasi yang dilakukan KPC terletak di Inur East yang mengalami kemajuan 77%, sedangkan untuk Pit South Pinang kemajuannya baru mencapai 40% dan Pit B mencapai 15%.

Dalam eksplorasinya, KPC langsung mensupervisi pengeboran dengan menggunakan metode lubang terbuka (open hole) dan lubang inti (cored hole) di bawah tanggung jawab seksi Geology dan Drilling. Rencananya, KPC akan melanjutkan pengeboran di Inur East, South Pinang, dan Pit B pada Februari ini.

Selain itu, BUMI juga mengungkapkan, eksplorasi yang dilakukan anak usahanya Gallo Oil (Jersey), Ltd (Gallo) yang dilakukan di Blok R2 dan Blok 13 belum ada biaya tambahan yang dikeluarkan, selain biaya rutin untuk pembayaran administrasi dan gaji karyawan.

Adapun eksplorasi di Blok R2 kemungkinan akan dilakukan pemboran satu sumur eksplorasi di masa mendatang. Sedangkan untuk Blok 13, perseroan berencana melakukan pemboran lanjutan di sumur Al Rizq, setelah ditemukan adanya gas dengan tekanan dan temperatur tinggi. Keduanya akan dilakukan bila situasi politik di Yaman sudah aman. (bani)

BERITA TERKAIT

Tarif Tol Mahal Bisa Picu Biaya Akomodasi dan Inflasi

Oleh: Djony Edward Tema infrastruktur diperkirakan akan menjadi topik paling hanya menjelang dan setelah debat kedua pada 17 Februari 2019…

Periode Januari 2019, Harga Bapokting di Kota Sukabumi Tergolong Stabil - Heri Sihombing: Monitoring Selalu Melibatkan Pegawai Kemendag

Periode Januari 2019, Harga Bapokting di Kota Sukabumi Tergolong Stabil Heri Sihombing: Monitoring Selalu Melibatkan Pegawai Kemendag NERACA Sukabumi -…

Asperindo: Kenaikan Biaya Kargo 300% Beratkan UMKM

NERACA Jakarta – Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) menilai tingginya tarif Surat Muatan Udara (SMU)…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Fajar Surya Wisesa Melesat 136,1%

Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,405 triliun atau naik 136,1% dibanding periode…

Lagi, Comforta Raih Top Brand Award

Di awal tahun 2019 ini, Comforta Spring Bed kembali meraih penghargaan Top Brand Award. Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin,…

BPD Bank Kalsel Rencanakan IPO di 2020

Bila tidak ada aral melintang, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalimantan Selatan atau Bank Kalsel rencanakan melakukan penawaran umum saham perdana…