free hit counter

PTPP Bangun Hotel di Bali Dan Makassar di 2013

Fokus Ekspansi Bisnis Properti

Kamis, 14/02/2013

NERACA

Jakarta – Masih menjanjikannya bisnis hotel seiring dengan pertumbuhan pasar properti yang pesat, menjadi pertimbangan PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) untuk mengembangkan bisnis properti dan hotel lebih besar lagi.

Kata Direktur Utama PTPP Bambang Triwibowo, bisnis hotel menjadi sektor yang menjanjikan karena pendapatan yang dihasilkan cukup cepat, “Sukses bisnis hotel di Jakarta dan Bandung, kedepan kita akan investasi lagi untuk di beberapa kota besar,”katanya di Jakarta, Rabu (13/2).

Menurut Direktur & Pengembangan Bisnis PTPP Harry Nugroho, tahun 2013 perseroan akan segera membangun hotel di beberapa kota besar seperti Maksar, Bandung, Bali dan Balikpapan, “Kesemuanya masih feasibility study dan potensi pasarnya,”ujarnya.

Namun menurut Sekretaris Perusahaan PTPP, Betty Ariana, kota Bali dan Makasar yang akan di incar dengan nilai investasi tiap hotelnya sekitar Rp 100 miliar. Asal tahu saja, jika di tahun 2012, komposisi pendapatan dari properti hanya sebesar 3%. Sementara 17% dari proyek EPC dan 80% adalah andil dari konstruksi regular, maka kedepan pendapatan sektor properti akan terus ditingkatkan, “Dalam kurun waktu 3 tahun ke depan properti ditargetkan mencapai 15-20%,”kata Harry.

Selain itu, tahun ini perseroan juga akan menginvestasikan dana sekitar Rp 2 triliun untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) 150 megawatt di Cilegon. Proyek engineering, procurement and construction (EPC) adalah bagian dari pelebaran bisnis perseroan. Beberapa proyek EPC yang telah selesai adalah PLTMG Sei Gelam 90 mw Jambi, PLTG Duri Riau 100 mw, PLTGU 3 x 40 mw Cilegon, PLTU 2 x 7 mw Lampung, PLTG Talang Duku 65 mw Sumsel.

Berikutnya, investasi pengembangan bisnis properti di Surabaya seluas 3,9 hektar dengan nilai investasi Rp 2 triliun dan pengembangan properti di Kalimalang seluas 20 hektar dengan nilai investasi tahap pertama Rp 500 miliar, “Proyek properti di Kalimalang, untuk pembebasan lahan mulai akhir tahun ini, “ujar Harry

Kemudian diawal tahun ini, perseroan siap menggarap proyek senilai Rp 1,1 triliun di bulan Januari 2013. Ini terdiri dari empat properti dan satu infrastruktur jalan. Disebutkan, proyek tersebut adalah pembangunan Hotel JW Marriot di Jakarta. Kemudian adalah St Moriss dan Hotel Rainbow di Bali. Selain itu ada pembangunan Jalan tol Gempol-Pandaan serta proyek Tunjungan Plaza di Surabaya.

Target Laba 2013

Tahun 2013, PT Pembangunan Perumahan Tbk membidik laba Rp 368,4 miliar. Angka ini naik 20% dari capaian tahun 2012 yang diperkirakan mencapai Rp307 miliar. Sementara laba di tahun 2011 adalah Rp 240 miliar.

Kata Direktur Utama PTPP Bambang, angka tersebut merupakan estimasi. Sebab, perseroan masih menunggu hasil audit. Sementara dari sisi penjualan tahun ini ditargetkan naik 27%.

Sementara itu target perolehan kontrak baru sebesar Rp 19,7 triliun untuk tahun 2013. Tercatat per September 2012 nilai kontrak yang didapat sebesar Rp 15,287 triliun. Untuk belanja modal, perseroan menganggarkan dana sebesar Rp 460 miliar. Dana diperoleh dari kas internal, obligasi dan pinjaman bank.

Selanjutnya, untuk penerbitan obligasi senilai Rp 700 miliar. PTPP menawarkan kupon obligasi berkelanjutan tahap I dikisaran 8% sampai 9% per tahun. Obligasi yang berjangka waktu selama lima tahun atau yang akan jatuh tempo pada 19 Maret 2018 ini telah mendapatkan peringkat “A-” dari PT PEFINDO dengan penjamin pelaksana emisi Bahana Securities, CIMB Securities, dan Mandiri Sekuritas.

Nantinya, seluruh dana hasil emisi Obligasi akan digunakan sebagai modal kerja Perseroan, yakin sekitar 40% untuk modal kerja seperti pembangunan gedung, pelabuhan, jalan, dan jembatan. Kemudian sekitar 30% akan digunakan untuk modal kerja engineering procurement dan construction.

Dan sisanya sekitar 30% lagi akan digunakan untuk modal kerja properti. Adapun masa penawaran awal dilakukan mulai tanggal 13-27 Februari 2013, masa penawaran umum pada 13-14 Maret 2013, tanggal penjatahan 15 Maret 2013, dan pencatatan di Bursa efek Indonesia (BEI) diperkirakan pada 20 Maret 2013. (bani)