Manulife Aset Management Rilis Reksa Dana Saham Murah - Genjot Dana Kelola

NERACA

Jakarta-PT Manulife Aset Management Indonesia (MAMI) menerbitkan produk reksa dana baru berbasis saham, Manulife Saham SMC Plus. “Alokasi investasi untuk produk reksa dana ini di saham-saham pilihan bersifat fleksibel, bisa berkapitalisasi kecil dan menegah, selain yang berkapitalisasi besar,”kata Direktur Utama MAMI Legowo Kusumonegoro di Jakarta, Rabu (13/2).

Dia mengatakan, sekitar 80%-100% dari aset yang dikelola untuk diinvestasikan di instrumen saham, sedang 0%-20% di instrumen pasar uang dalam negeri. Melalui produk reksa dana ini, masyarakat dapat mulai berinvestasi sebesar Rp100 ribu.

Menurutnya, hadirnya reksa dana murah didasarkan kebutuhan pasar. Dimana sebagian investor memiliki tingkat toleransi yang lebih tinggi terhadap resiko. Pasalnya, sejauh ini investor bersedia menerima resiko yang lebih tinggi untuk mendapatkan potensi imbal hasil yang lebih tinggi.

Reksa dana Manulife Saham SMC Plus ini, lanjut dia, memiliki tingkat volatilitas yang lebih tinggi dibandingkan reksa dana saham yang berinvestasi di saham-saham berkapitalisasi besar.

Oleh karena itu, investor yang ingin berinvestasi melalui reksa dana baru ini harus memiliki jangka waktu investasi yang lebih panjang, karena pengaruh volatilitas cenderung akan menurun seiring dengan berjalannya waktu.

Direktur Pengembangan Bisnis Perusahaan MAMI, Putut Andanawarih mengatakan, kinerja akhir tahun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam tujuh tahun terakhir mampu melampaui kinerja LQ45 yang notabene merupakan saham-saham berkapitalisasi besar.

Melalui pertumbuhan IHSG tersebut, artinya, saham-saham small mid cap berperan aktif mendorong pergerakan kenaikan IHSG. Pertumbuhan tersebut, sejalan dengan meningkatnya daya beli dan tingkat konsumsi masyarakat Indonesia. “Pertumbuhan penduduk kelas menengah turut menopang pertumbuhan perusahaan-perusahaan small mid cap," ujarnya.

Sementara untuk kinerja perusahaan di tahun 2013, Legowo pernah mengatakan, perusahaan menargetkan dapat meningkatkan dana kelola sebesar 20% di tahun 2013 dibanding pencapaian pada akhir tahun 2012. Pertumbuhan tersebut akan didorong oleh kinerja perusahaan melalui strategi marketing dan pertumbuhan investasi. (lia)

BERITA TERKAIT

Bank Syariah Bukopin Fokus Tingkatkan Porsi Dana Murah

  NERACA   Jakarta - PT Bank Syariah Bukopin fokus meningkatkan porsi dana murah atau Current Account Saving Account (CASA)…

Genjot Pertumbuhan Bisnis - BLTZ Bakal Bentangkan 15 Layar Bioskop

NERACA Jakarta – Perluas penetrasi pasar guna menggenjot pertumbuhan bisnis, PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) berencana menambah  lebih dari…

ACES Bagikan Dividen Rp 28,5 Per Saham

Hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) dan RUPS Luar Biasa PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) menyepakati untuk membagikan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Passpod Melesat Tajam 319,63%

Kuartal pertama 2019, PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO) atau Passpod berhasil mencetak pertumbuhan laba melesat tajam 319,63% menjadi Rp…

Dulu Rugi, Kini BIPI Untung US$ 8,61 Juta

NERACA Jakarta - PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) berhasil mengantongi pendapatan US$16,04 juta di kuartal pertama 2019. Realisasi ini…

PTPP Realisaikan Kontrak Baru Rp 10,75 Triliun

NERACA Jakarta – Sampai dengan April 2019, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) berhasil membukukan kontrak baru sebesar Rp10,75 triliun. “Sampai dengan…