Kenali Ragam Sosio-kultural Peserta Didik

Kurikulum Guru

Sabtu, 16/02/2013

Multukulturalisme terwujud dalam pola pikir, cara pandang, sikap dan perilaku seseorang yang unik dan berbeda dari orang lain. Keunikan dan keberbedaan peserta didik dipengaruhi oleh nilai-nilai lokal yang dianut oleh sekelompok masyarakat tertentu dan dari mana dia berasal. Selain itu, perbedaan budaya juga dipengaruhi oleh identitas yang bisa ditinjau dari gender, agama dan bahasa yang digunakan maupun perkembangan usia peserta didik tersebut, tambahnya.

Oleh karena itu, agar dapat mengenal sosok peserta didik yang beragam dari sisi sosio-kulturalnya, maka pengenalan tentang multikulturalisme harus masuk dalam pengembangan kurikulum pendidikan guru. Hal itu disebabkan karena setiap calon guru harus mengenal sosok peserta didik yang beragam sosio-kulturalnya.

Seperti yang diungkapkan oleh Pakar pendidikan dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung Prof Dr Sapriya, M.Ed pada saat memberikan materi dalam Lokakarya bertemakan "Pengembangan Kurikulum Program S1" digelar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bung Hatta (FKIP-UBH) Padang.

“multikulturalisme harus masuk ke dalam pengembangan kurikulum pendidikan guru di Indonesia. Karena, setiap calon guru harus mengenal sosok peserta didik yang beragam sosio-kulturalnya,” katanya di Padang belum lama ini.

Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum pendidikan harus mencakup antara lain, keutuhan pendidikan professional guru, keterkaitan belajar mengajar dan koherensi antar konten kurikulum. Lalu, harus ada pengenalan multikulturalisme dan kearifan lokal, pembaharuan dan kesinambungan, fleksibilitas, hak asasi manusia, kesetaraan gender, pendidikan inklusi, kesadaran lingkungan dan demokrasi.