Pefindo Targetkan Kuasai 90% Pasar Obligasi - Tren Penerbitan Surat Utang

NERACA

Jakarta- Kuasai 91% dari pemeringkatan penerbitan surat utang sepanjang tahun 2012, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) optimistis akan dapat mempertahankan posisinya di tahun ini. "Didasarkan pada jumlah nominal emisi tahun 2012, pangsa pasar pemeringkatan surat utang mencapai 91,49% maka di tahun ini kami bertahap dapat mempertahankan posisi di kisaran 90%.”kata Direktur Utama Pefindo, Ronald T. Andi Kasim di Jakarta, Rabu (13/2).

Menurutnya, untuk nilai emisi penerbitan obligasi nasional sepanjang tahun 2012 mencapai Rp72,9 triliun. Dari angka tersebut Pefindo menangani sebesar Rp66,7 triliun. Untuk sektor industrinya sendiri, penerbitan obligasi tersebut didominasi oleh industri keuangan dan perbankan.

Selain itu, dari Rp28,3 triliun nilai emisi penerbitan obligasi nasional, Pefindo menangani Rp24,1 triliun. Sementara untuk nilai emisi obligasi di perbankan secara nasional tercatat sebesar Rp21,2 triliun, sedang yang ditangani Pefindo senilai Rp19,6 triliun.

Proyeksi 2013

Dia juga mengungkapkan, estimasi total nilai obligasi dan MTN yang akan diterbitkan pada tahun 2013 akan mencapai sebesar Rp80 triliun. Dari angka tersebut sekitar Rp72-Rp73 triliun yang akan dirating Pefindo. Sementara di Januari, pihaknya mencatat telah mendapatkan mandat untuk penerbitan sebanyak 6 obligasi dengan nilai emisi Rp5 triliun.

Dari enam obligasi tersebut, dua berasal dari sektor perbankan, satu untuk sektor konstruksi, dua dari sektor makanan dan minuman, satu merupakan sektor bahan kimia. Selain mandat tersebut, perusahaan juga memproses penerbitan obligasi dari tahun lalu, yang berasal dari sektor perdagangan dan perbankan.

Kata Ronald, peluang pertumbuhan obligasi di tahun ini masih cukup besar. Salah satunya didukung tingkat suku bunga acuan yang berada di level 5,75% dinilai masih cukup rendah. Di samping itu, meski terjadi peningkatan dari sisi supply belum mampu meng-cover permintaan pasar. "Penerbitan obligasi lebih erat kaitannya dengan tingkat suku bunga. Suku bunga rendah akan sangat menarik bagi perusahaan untuk menerbitkan surat utang karena dinilai akan dapat menutupi kewajiban utangnya." jelasnya.

Kenaikan Inflasi

Dia menilai, kekhawatiran akan kenaikan inflasi yang dapat mendorong tingkat suku bunga tidak akan berpengaruh signifikan terhadap minat penerbitan obligasi. Karena penerbitan obligasi merupakan keputusan masing-masing perusahaan, dan mereka mungkin hanya akan melakukan adaptasi.

Di samping pemeringkatan obligasi, lanjut dia, pihaknya menargetkan sebanyak 38 perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Adapun jumlah yang telah diperingkat pefindo sepanjang 2012 ada sebanyak 33 BUMN, sedang 19 masih dalam proses. Dari jumlah tersebut, sektor korporasi yang diperingkat antara lain industri konstruksi, pertambangan, informasi dan komunikasi. Sementara dari sektor keuangan meliputi jasa pembiayaan, bank, asuransi, dan sekuritas.

Dalam pemeringkatan tersebut pihaknya mencatat sebagaian besar BUMN memperoleh peringkat triple A dengan kinerja yang baik. Selain mencatatkan kinerja yang baik, ada beberapa BUMN yang ratingnya tinggi karena Pefindo mempertimbangkan adanya dukungan dari pemerintah. “BUMN yang tercatat mendapatkan dukungan tersebut antara lain berada di sektor listrik, pupuk, perbankan, dan asuransi sosial.” ujarnya.

Sebagai informasi, PT Bursa Efek Indonesia menargetkan sebanyak 67 penerbitan obligasi pada tahun 2013 dibandingkan tahun ini hanya sebesar 59 obligasi dengan total nilai emisi sekitar Rp50 triliun. “Tahun ini ada sekitar 59 obligasi, sehingga tahun depan diperkirakan bisa mencapai sekitar 67. Selain itu, ada beberapa kelanjutan dari obligasi tahun sebelumnya,”kata Direktur Penilaian BEI. (lia)

BERITA TERKAIT

Ketika Mimpi Itu Terwujud Sebelum Ada Penyesalan

Hambali (58) hanya bisa meratapi masa pensiunnya dengan penuh penyesalan karena di usianya yang sudah tidak lagi muda belum memiliki…

Pelaksanaan IPO Dilanjutkan - Nara Hotel Apresiasi Hasil Keputusan OJK

NERACA Jakarta – Berdasarkan keputusan akhir Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terhadap kisruh gagalnya penawaran umum saham perdana atau initial public…

Targetkan IPO Semester I 2020 - Bank DKI Menunggu Momentum Tepat

NERACA Jakarta – Wacana lama PT Bank Pembangunan Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta (Bank DKI) mencatatkan saham perdananya di pasar…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Terlibat dalam Perjanjian Kontrak - Peran Penegak Hukum Bakal Ganggu Iklim Investasi

Keterlibatan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kegiatan investasi membuat ketidakpastian dalam berusaha. Kalangan investor menjadi tidak nyaman,  seperti kasus PT…

BEI Beri Sanksi Suspensi 19 Emiten - Melalaikan Kewajiban Biaya Pencatatan Tahunan

NERACA Jakarta – Musim laporan kinerja keuangan emiten menjadi momentum yang ditunggu para analis dan juga investor untuk memetakan investasi…

Ditopang Pondasi Bisnis Kuat - BTN Optimis Bakal Raup Laba Rp 3 Triliun

NERACA Jakarta -PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menyampaikan optimistis akan meraup laba Rp3 triliun dengan berbagai bauran strategi…