Desember, ROTI Bukukan Laba Rp 149,1 Miliar - Laba Saham Terkerek Naik Jadi Rp 147,33

NERACA

Jakarta – Produsen Sari Roti, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) mencatatkan kenaikan laba bersih 28,65% per Desember 2012 menjadi Rp149,149 miliar dibandingkan laba bersih periode yang sama 2011 sebesar Rp115,932 miliar.

Sementara laba bersih persaham akhir tahun 2012, mencapai Rp147,33 per saham YoY dari Rp114,52 per saham pada periode sama 2011. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (13/2).

Disebutkan, penjualan bersih naik menjadi Rp1,19 triliun, YoY dari Rp813,34 miliar dan laba kotor naik menjadi Rp556,41 miliar YoY dari Rp379,40 miliar. Sementara laba usaha naik menjadi Rp199,40 miliar, YoY dari Rp155,23 miliar. Laba sebelum pajak mencapai Rp199,79 miliar, YoY dari Rp154,95 miliar.

Adapun total aset perseroan hingga Desember 2012 mencapai Rp1,20 triliun dari total aset per Desember 2011 yang sebesar Rp759,13 miliar. Sebagai informasi, sebelumnya perseroan berencana menerbitkan obligasi sebesar Rp 1 triliun pada semester II-2013. Nantinya, dana penerbitan obligasi akan digunakan untuk membangun pabrik dan bayar utang yang jatuh tempo.

Public Relation PT Nippon Indosari Corpindo Tbk, Stephan Orlando pernah bilang, penerbitan obligasi ini akan diterbitkan untuk priode 2013-2014, “Saat ini kami tengah memproses penunjukan penjamin pelaksana emisi underwriter," ujarnya.

Dia menambahkan, guna memuluskan penerbitan obligas nantinya perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham terlebih dahulu melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 28 Februari 2013 mendatang.

Sementara itu, eTrading Securities menjelaskan penerbitan obligasi senilai Rp1 triliun ini merupakan langkah agresif ROTI, baik melakukan ekspansi ke depan maupun untuk mengurangi pinjamannya. Kemudian bila peringkat obligasi ROTI mendapatkan peringkat AAA setelah penerbitan, nantinya akan lebih menguntungkan obligasi dari pada pinjaman perbankan. (bani)

BERITA TERKAIT

Laba Bersih BFI Finance Tumbuh 23,58%

Perusahaan pembiayaan kendaraan, PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) mencatatkan laba bersih pada akhir Desember 2018 sebesar Rp1,467 triliun atau naik…

PGN Raup Laba Bersih US$ 304,99 Juta

NERACA Jakarta- Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih 54,90% secara tahunan…

Laba BFI Finance Tumbuh 24%

      NERACA   Jakarta - PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) menutup tahun buku 2018 dengan pencapaian…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Mendapatkan Antusiasme Tinggi - LinkAja Diyakini Mampu Percepat Inklusi Keuangan

NERACA Jakarta - Perubahan aplikasi mobil money Tcash menjadi LinkAja mendapatkan antusiasme sangat tinggi dari pelanggan yang memiliki akun Tcash…

Permintaan Pasar Meningkat - Tunaiku Genjot Pertumbuhan Pinjaman Renovasi Rumah

NERACA Jakarta – Menjawab kebutuhan masyarakat akan pinjaman yang mudah didapat tanpa ribet, Tunaiku, kredit tanpa agunan berbasis online dari…

Tambah Armada Baru - Armada Berjaya Bidik Pendapatan Tumbuh 200%

NERACA Jakarta – Resmi mencatatkan sahamnya di pasar modal, PT Armada Berjaya Trans Tbk (JAYA) langsung tancap gas dalam ekspansi…