Plus Minus Gunakan Jasa Broker

Sabtu, 16/02/2013

Menjual rumah atau properti lainnya bukanlah hal yang mudah. Karena, dalam melakukannya itu melibatkan transaksi yang nilainya tidak kecil, maklum urusan penjualan properti itu nilainya bisa mencapai ratusan atau bahkan miliaran rupiah.

Untuk memudahkan Anda, kini terdapat banyak jasa broker properti yang akan membantu menjualkan ataupun menyewakan rumah Anda. Tak tanggung-tanggung, para broker properti bertebaran, tak hanya di kota besar, di desa pun mereka broker properti banyak beroperasi.

Mulai dari, broker properti waralaba asing sampai lokal. Seperti Ray White, Century 21, Era, dan lain-lain. Meski demikian, di Indonesia, bisa dikatakan bahwa menggunakan jasa broker properti belum terlalu populer seperti di negara lain yang lebih dulu mengenal jasa itu. Lantas, apa saja keuntungan ataupun kerugian dari menggunakan jasa broker properti? Yuk kita lihat ulasannya di bawah ini.

Cepat Laku

Satu keuntungan yang didapat dari broker properti adalah kecepatan penjualan ataupun penyewaan properti. Sangat mungkin bahwa transaksi bisa berlangsung dalam waktu dua sampai tiga bulan atau lebih cepat. Sementara, tanpa jasa broker properti profesional, bisa jauh lebih lama daripada itu.

Itu tidak mengherankan karena seorang broker properti profesional telah memiliki banyak relasi/database tentang calon pembeli ataupun penyewa potensial. Ia tinggal menyesuaikan tipe/segmen properti itu dengan kebutuhan calon pembeli.

Maklum, broker properti akan menjalankan sejumlah cara agar transaksi berlangsung cepat. Antara lain, memasang banner “dijual” di properti yang ditransaksikan ataupun di lokasi strategis lain. Mereka juga akan mempromosikan properti itu via situs properti yang kini mulai dikenal di Indonesia.

Harga Penjualan yang Pas

Mungkin, hal ini seringkali terjadi, satu unit properti yang dijual langsung oleh sang pemilik, dan lama tidak terjual. Setelah usust punya usut, ternyata penyebabnya, karena harga yang ditawarkan terlalu tinggi. Terkadang pula, bisa saja harga yang ditawarkan terlalu rendahsehingga merugikan pemilik.

Nah, dengan jasa broker properti, kemungkinan terjadinya hal itu bisa diminimalkan. Pasalnya, broker tersebut punya kemampuan teknis memadai untuk menaksir harga properti. Dengan kalkulasi mumpuni, harga yang ditawarkan ke calon pembeli ataupun penyewa menjadi tak terlalu murah atau mahal.

Pemilik Terima Beres

Menggunakan jasa broker, pemilik rumah hanya tinggal terima beres tanpa bersusah payah menawarkan produknya. karena, semua akan dilakukan oleh broker properti. Mulai dari sekedar melihat properti, menegosiasikan harga, dan menyelesaikan surat-menyurat terkait legalitas transaksi.

Jasa Broker Tidak Cuma-cuma.

Untuk menggunakan jasa broker, tentu Ada komisi (fee) untuk tiap transaksi yang terjadi. Besar komisi tersebut biasanya sekitar 2% sampai 3%. Jadi, umpamanya, bila rumah yang dijual senilai Rp 900 juta, komisi yang mesti digelontorkan sang pemilik sekitar Rp 18 juta sampai Rp 27 juta.

Masalahnya, angka tersebut, buat sebagian pemilik rumah di Indonesia, komisi sebesar itu cukup berarti. Maka, mereka memilih tidak menggunakan jasa broker properti, dalam hal ini, bisa saja ada kerugian yang didapat seperti harga yang terlalu rendah atau waktu penjualan yang lama.

Banyak Broker “Abal-abal”

Mencari broker properti berkualitas memang gampang-gampang susah. Kadang, bisa saja pemilik rumah dilayani oleh broker yang kualitasnya sedang-sedang saja. Ataupun broker yang terbilang kurang efektif-rajin. Belum lagi, broker properti yang melanggar etika kadang ada. Semisal, selain dari penjual rumah, mereka pun menerima komisi dari pihak pembeli.