Danareksa Targetkan Dana Kelola Rp 1,1 Triliun - Pasarkan Reksa Dana Mawar Konsumer 10

NERACA

Jakarta- PT Danareksa Investmant Managemant menargetkan perolahan dana kelolaan untuk produk reksa dana Mawar konsumer 10 sebesar Rp1,1 triliun. “Sejak diluncurkannya tahun lalu dana kelolaan produk tersebut hinggi kini sebesar Rp973 miliar. Melalui kerjasama dengan DBS Bank Indonesia ditargetkan sebesar Rp100 miliar,”kata Direktur Utama Danareksa Investment Management Zulfa Hendri di Jakarta, Rabu (12/2)

Menurutnya, DBS merupakan salah satu mitra distribusi yang memasarkan produk reksa sejak 2008 dengan total dana kelolaan per Desember 2012 mencapai Rp145 miliar. Karena itu, dengan adanya produk baru, pihaknya optimis dapat menembus target dana kelola tersebut. Kinerja reksa dana mawar konsumer 10 sepanjang tahun 2012 membukukan kinerja sebesar 21,93% jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kinerja IHSG.

Sementara untuk pencapaian dana kelola saat ini, lanjut dia, pihaknya mencatatkan dana kelolaan sebesar Rp13,5 triliun. Hingga akhir tahun, perusahaan menargetkan dana kelola sebesar Rp17 triliun-Rp18 triliun. Karena itu, untuk mencapai target tahun ini masih dibutuhkan sekitar Rp4 triliun.

Dia mengatakan, saat ini komposisi produk yang dimiliki danareksa adalah 35% untuk produk open end, 30% proteksi dan sisanya untuk RDPT. "Tahun ini kita akan menambah porsi open end menjadi 40%, hal tersebut karena kita lihat kebutuhan dari para investor sendiri, untuk proteksi memang masih dibutuhkan, tetapi investor yang investasi disana juga masih banyak,” jelasnya.

Sedangkan untuk komposisi nasabah danareksa investment saat ini adalah sebanyak 65% berasal dari institusi sedangkan sisanya retail. Untuk mendukung kinerja reksa dana ke depan, perseroan akan menambah porsi nasabah retail. Saat ini, perusahaa tercatat memiliki produk open end sekitar 20 produk.

Karena itu, belum akan ada penambahan produk baru untuk open end di tahun ini. “Tahun ini tidak ada produk baru untik open end, kami akan optimalkan dahulu yang lama, sedangkan untuk proteksi akan ada 4-5 produk baru, namun belum dapat kami rinci produk tersebut,” jelasnya.

Disebutkan sebelumnya, proyeksi pertumbuhan reksa dana di tahun ini dinilai dari adanya ekspektasi target kenaikan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang diperkirakan sekitar 15%. Terlebih dengan tingkat inflasi dan suku bunga yang cukup positif dan pertumbuhan ekonomi. Meskipun demikian, perkembangan investasi ke depan, tidak terkecuali reksa dana juga dipengaruhi oleh beberapa sentimen dari luar, seperti pertumbuhan ekonomi Eropa yang belum stabil dan dari domestik sendiri masalah kenaikan harga pada BBM. (lia)

BERITA TERKAIT

BTN Salurkan Dana CSR Rp 1,5 Miliar Selama Ramadan

Komitmen PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk berbagi di bulan Ramadan diwujudkan dengan menggelontorkan dana tanggung jawab sosial perusahaan atau…

Surya Semesta Raih Pinjaman Rp 1,38 Triliun - Bangunan Kawasan di Subang

NERACA Jakarta – Danai pembangunan tahap satu proyek industri dengan total luas 2000 hektar di Subang, Jawa Barat, PT Surya…

Refinancing, WSKT Rilis Obligasi Rp 3,5 Triliun

NERACA Jakarta - Refinancing pinjaman, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) berencana untuk menerbikan obligasi senilai Rp 3,5 triliun pada semester…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Metrodata Bagikan Dividen Rp 10 Persaham

NERACA Jakarta - Berkah mencatatkan pertumbuhan laba bersih 12,1% sepanjang tahun 2017 kemarin, mendorong PT Metrodata Electronic Tbk (MDTL) untuk…

Duta Pertiwi Bidik Laba Bersih Rp 6 Miliar

NERACA Jakarta – Membaiknya harga batu bara, menjadi alasan bagi PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk (DPNS) untuk mematok pertumbuhan bisnis…

Kapitalisasi Pasar di Bursa Tumbuh 0,24%

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam sepekan menjelang libur panjang Idul…